by

Umi Salamah: Kebangkitan Islam Tak Perlu Ditakuti 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA —  Baru-baru ini dunia Islam dikejutkan dengan kabar pembukaan kembali Hagia Sophia di Turki sebagai masjid oleh pemerintah Turki.

Tempat yang dijadikan museum sejak khilafah Utsmaniyah runtuh di Turki ini menarik banyak perhatian setelah difungsikan kembali menjadi masjid. Kekhawatiran itu muncul terutama dari kalangan muslim sendiri, termasuk kaum muslim di Indonesia.

Banyak muslim di Indonesia yang mengikuti live streaming sholat Jumat pertama di Haiga Sophia dan berharap kelak bisa turut menjejakan kaki dan beribadah di masjid megah tersebut.

Banyak yang mengharap peristiwa ini menjadi awal dari kebangkitan Islam yang selama ini dirindukan kaum muslim dunia. Tak hanya rakyat Turki,  umat islam di luar Turki pun mengharapkan hal yang sama.

Tak sedikit juga yang menilai bahwa ini adalah sebuah keberanian dari seorang Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang telah menjadikan Hagia Sophia kembali menjadi tempat ibadah kaum muslim.

Beberapa waktu kemudian sebuah majalah Mingguan, Gercek Hayat yang terbit di Turki 27 Juli 2020, telah menggemparkan pemerintahan Turki. Pasalnya, majalah tersebut menyerukan kepada pemerintah Turki agar mengembalikan kekhilafahan Islamiyah setelah dulu dihapuskan tahun 1924. Sayangnya, seruan baik tersebut disambut negatif oleh pihak pemerintah Turki.

Partai berkuasa di Turki menolak kembali pada kekhilafahan Islamiyah. Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan pada Senin (27/07/20) meyakinkan bahwa Turki akan tetap menjadi republik sekuler setelah adanya seruan majalah Gercek hayat tersebut.

Bahkan Erdogan sendiri yang mengatakan bahwa dirinya juga mengkampanyekan negara-negara di Timur Tengah untuk tetap menjadi negara yang sekuler.

Demikianlah, ternyata anggapan bahwa pengembalian Haiga Shopia menjadi masjid merupakan terobosan Erdogan yang dinilai berani rupanya tidak tepat.

Erdogan bukan bermaksud menjadikan pembukaan Haiga Sophia sebagai masjid dan cikal bakal menuju kebangkitan umat Islam di bawah naungan khilafah Islamiyah sebagaimana dulu sebelum kekaisaran Ottoman runtuh di tangan Mustafa Kemal At-Taturk.

Ini memang ironi, khilafah sebagai sebuah sistem yang menerapkan segala bentuk hukum Islam itu justru ditentang oleh pemerintah Turki yang notabene juga kaum muslim.

Sangat disayangkan kebangkitan Islam yang diharapkan mampu mempersatukan kaum muslim dan mengembalikan kejayaan Islam di bawah naungan khilafah itu ditolak oleh pemerintah Turki sendiri.

Padahal, khilafah Islamiyah merupakan warisan Rasulullah SAW, khulafaurrasyidiin dan para khalifah setelahnya yang menerapkan Islam secara totalitas dalam kehidupan.

Begitu juga dakwah dan jihad yang mereka lakukan selama khilafah Islamiyah tegak membuat Islam terasa ke seluruh penjuru dunia sebagai rahmat.

Menerapkan Islam secara totalitas dan mendakwahkan Islam ke seluruh alam adalah kewajiban yang Allah perintahkan kepada kaum muslimin.

Tanpa khilafah Islamiyah, mustahil dua kewajiban tersebut bisa tertunaikan. Untuk itulah, khilafah Islamiyah sesungguhnya bagian dari ajaran Islam.
Sementara sekulerisme yang digaungkan pemerintah Turki adalah ruh dari kapitalisme.

Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan kapitalisme, karena dampak dari penerapan kapitalisme adalah harta hanya dikuasai segelintir manusia yang jelas dilarang oleh Allah. Rasulullah SAW juga tidak pernah mewarisi demokrasi karena di dalam demokrasi hak membuat hukum ada di tangan manusia, sementara di dalam Islam, hanya Allah yang berhak membuat hukum.

Jelaslah, hanya khilafah lah yang akan mewujudkan kebangkitan Islam yang diinginkan oleh kaum muslim. Bukan sekulerisme, kapitalisme, demokrasi, atau pun nasionalisme yang membuat kaum muslim terpecah menjadi negara-negara kecil yang lemah, terjajah dan mudah di intervensi negara-negara adidaya kapitalis.

Untuk itu, semangat perjuangan kaum muslimin menuju kebangkitan Islam di dalam naungan khilafah Islamiyah tak boleh luntur.

Meski presiden Turki bertekad mempertahankan model pemerintahan sekuler, kaum muslimin di mana pun berada tak boleh berkecil hati.

Seruan dari majalah Gercek Hayat yang mengajak pemerintah Turki kembali pada khilafah Islamiyah menandakan kesadaran umat dan kerinduan umat akan kembalinya khilafah Islamiyah. Umat hanya perlu fokus di dalam dakwah menyadarkan masyarakat akan kewajiban dan urgensitas khilafah Islamiyah.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + 10 =

Rekomendasi Berita