by

Untuk Kali Kedua, Pelaksanaan Ibadah Haji Gagal Lagi, Mengapa?

-Opini-16 views

 

 

Penulis: Devita Deandra, Akitivis Muslimah

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Dilansir dari kompas.com, pemerintah Indonesia membatalkan pemberangkatan jamaah haji dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021. Keputusan itu diatur dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 yang ditetapkan pada 3 Juni 2021.

Adanya keputusan tersebut berakibat pada bertambah panjangnya daftar tunggu calon jamaah. Kuota yang diberikan Negara Saudi di masa mendatang bisa jadi berkurang.

Alasan yang dikemukakan Kemenag terkait pembatalan keberangkatan jamaah haji adalah tentang keselamatan WNI dari ancaman pandemi covid-19 dan pemerintah Arab Saudi yang belum juga mengundang Indonesia untuk membahas penyelenggaraan ibadah haji di tengah semakin singkatnya waktu persiapan.

Selain faktor kebijakan Arab Saudi yang menjadi alasan dibatalkannya pemberangkatan jamaah, ada faktor internal yang perlu digaris-bawahi.

Pasalnya, keputusan pemerintah melalui kemenag terkesan buru-buru dan memperlihatkan ketidak siapan pemerintah mencari solusi sebagai langkah antisipatif. Lantas apa faktor  sebenarnya yang membuat batal pelaksanaan ibadah haji tahun ini?

Jika benar kekhawatiran akan keselamatan masyarakat, lantas mengapa kebijakan pemerintah seolah tidak konsisten dan tidak selaras dengan kebijakan yang diberlakukan dalam kaitan pencegahan covid19?

Misalnya tidak ada batasan kerumunan di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan hingga tempat-tempat wisata. Ini tentu menjadi pertanyaan besar kenapa ibadah haji dibatalkan. Terlebih dengan adanya vaksin yang sudah diberikan.

Dengan minimnya langkah strategis terkait antisipasi ini tentu saja meninggalkan rasa kecewa terhadap calon jamaah yang bermuara pada menurunnya ingkat kepercayaan rakyat terhadap profesionalitas dan kinerja pemerintah.

Pembatalan keberangkatan haji pada kali kedua ini pun membuat rakyat bertanya tanya terkait dana haji yang telah para jamaah setorkan.

Pemerintah khususnya instansi yang secara langsung mengelola pemberangkatan haji sejatinya  memberikan klarifikasi yang utuh dan rasional terkait pembatalan ini.

Dengan klarifikasi ini diharapkan tidak terjadi bola salju yang menggelinding dan membesar secara liar.

Bila dicermati dari sudut pandang islam, persoalan ini memiliki keterkaitan dengan lemahnya konsep dan sistem sekuler yang merambah tatanan ketatanegaraan.

Sistem sekuler sangat lepas dan bebas dalam banyak hal sehingga membuat umat islam sesak bernafas Dan menyulitkan.

Sekularisme yang memisahkan nilai nilai agama dari kehidupan membuat umat menjadi sulit dan terseok untuk menuju ketaqwaan sejati.

Kesulitan tersebut tidak hanya terjadi dalam kaitan pelaksanaan ibadah secara personal namun juga terjadi dalam peribadatan yang membutuhkan peran pemerintah atau negara. Karena main goal kapitalisme sekular itu lebih berkutat pada tataran margin atau profit secara ekonomi.

Berbeda dengan Islam dengan pusaran dan orientasi kerja yang lebih  memprioritaskan umat dalam segala hal. Di dalam Islam, tugas khalifah atau pemimpin adalah mengurus urusan rakyat secara keseluran terlebih dalam hal ibadah.

Termasuk ibadah haji yang juga merupakan kewajiban bagi mereka yang mampu.

Dengan begitu negara dengan sebaik dan sematang mungkin mempersiapkan proses pelaksanaan haji mulai dari sarana prasarana, kuota dan teknis lainnya.

Bahkan dalam sistem Islam, terdapat departemen khusus yang telah dibentuk oleh pemimpin negara dengan tugas mengurus urusan haji dan umrah, dari pusat hingga daerah.

Departemen ini mengurusi haji, mulai dari persiapan, bimbingan, pelaksanaan, hingga pemulangan ke negara asal. Departemen ini bisa berhubungan dengan Departemen Kesehatan dan Transportasi.

Dengan sistem Islam, umat berada dalam satu naungan sehingga untuk pelaksanaan haji, negara  menghapuskan visa haji dan umrah, sebab di dalam Islam tidak ada sekat antar negara satu dan lainnya, melainkan menjadi satu negara.

Sangat jauh berbeda dengan sistem sekulaer seperti  sekarang ini,  ketika berkunjung ke negara muslim lainnya harus menggunakan visa karena nation state atau sekat-sekat negara bangsa.

Begitulah luar biasanya Islam ketika diterapkan dalam lingkup negara.  Terkait urusan pengelolaan yang dilakukan oleh pemimpin telah terbukti memberianfaat ber abad-abad lamanya hingga diruntuhkan oleh Kemal Attaturk 1924, yang mengakibatkan umat Islam mengalami keterpurukan hingga saat ini.

Sebab tidak adanya lagi periayahan yang terbaik mengakibatkan umat tidak bisa sepenuhnya menjalankan ibadah dengan sempurna apalagi jika itu membutuhkan peran negara.

Sudah saatnya umat sadar dan kembali kepada fitrah juga kesempurnaan agamanya dengan menjadikan Islam sebaik-baik aturan.

Sebab Al’quran adalah pedoman hidup yang sempurna dan Rasulullah teladan terbaik yang telah Allah berikan. Wallahu a’lam.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − six =

Rekomendasi Berita