by

Wafatnya Sang Penjaga Al-Qur’an

-Opini-61 views

 

 

Oleh: Dina Dwi Nurcahyani, S.S, S.Pd*

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Duka kembali menyelimuti umat Islam negeri ini. Seorang ulama karismatik telah pergi. Ia berpulang menghadap Sang Illahi.

Beliau adalah Syekh Ali Jaber, sosok ulama yang terkenal begitu peduli dengan para penghafal Al-Qur’an. Beliau meninggal dunia pada Kamis pagi (14/1/2021) dalam usia 44 tahun.

Melansir dari keterangan tertulis Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Alhabsyi, di akun Instagram @yayasan.syekhalijaber, Syekh Ali Jaber meninggal pada pukul 08.38 WIB dalam keadaan negatif Covid-19 di Rumah Sakit Yarsi.

Sebelumnya, pada Selasa (29/12/2020) Syekh Ali Jaber dinyatakan positif Covid-19 hingga masuk ruang ICU RS Yarsi pada keesokan harinya. Kondisi kesehatan Syekh Ali Jaber sempat dikabarkan membaik pada 4/1/2021, hingga terakhir dinyatakan negatif Covid-19.

Di kala sakitnya saat itu, banyak mengalir doa untuk beliau dari berbagai kalangan. Beliau juga mendapat banyak dukungan. Tulus mengharapkan agar beliau segera diberikan kesembuhan. Diangkat sakitnya dan kembali mendapat kesehatan.

Inilah balasan kebaikan atas apa yang pernah beliau lakukan. Umat mengingatnya dalam hati dan pikiran. Seorang ulama yang bisa menjadi teladan.

Namun, ternyata Allah punya rencana yang lebih indah baginya. Sang penjaga Al-Qur’an itu mendahului kita semua. Syekh Ali Jaber memang dikenal sebagai ulama yang lekat di hati umat Islam Indonesia. Maka, tak heran bila kepergian beliau menjadi sebuah duka yang luar biasa.

Syekh Ali Jaber merupakan seorang pendakwah yang berasal dari Madinah, Arab Saudi. Makin dikenal sosoknya oleh masyarakat luas ketika menjadi juri di acara Hafiz Indonesia di sebuah stasiun televisi. Beliau aktif berdakwah on air di berbagai stasiun televisi dan juga off air di berbagai penjuru negeri ini.

Ulama yang bernama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber ini lahir di Madinah pada 3 Februari 1976. Sebagai anak pertama dari 12 bersaudara, Ali Jaber muda dituntut meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam. Keluarga beliau dikenal sebagai sebagai keluarga yang religius di Madinah.

Beliau sudah menghafal 30 juz Al-Qur’an di saat usia 10 tahun. Kemudian beliau diberi amanah untuk menjadi imam di salah satu masjid di Kota Madinah ketika berusia 13 tahun.

Sebelum berdakwah di Indonesia, Syekh Ali Jaber menjalani masa pendidikan tingkat dasar hingga tingkat atas-nya di Madinah. Selanjutnya beliau terus berguru kepada berbagai ulama ternama di Arab Saudi sana.

Pada 2008, Syekh Ali Jaber memutuskan pindah menjadi warga negara Indonesia. Yang kemudian pada 2012 beliau menjadi WNI secara resmi menurut hukum yang ada. Salah satu alasan kepindahan beliau adalah supaya bisa fokus berdakwah untuk umat muslim di Indonesia.

Dan memang benar adanya. Syekh Ali Jaber begitu komitmen untuk mencetak kader-kader penghafal Al-Qur’an di negeri jamrud khatulistiwa. Semasa hidup beliau bercita-cita ingin mencetak sejuta penghapal Al-Qur’an di Indonesia. Sebuah cita-cita yang mulia. Sosoknya jelas begitu menginspirasi manusia.

Beliau juga peduli terhadap para penghafal Al-Qur’an. Berupaya terus membantu dan memuliakan para hafidz Qur’an tersebut dan keluarganya. Tenaga, waktu, materi dan pemikiran dicurahkan agar terus lahir para hafidz Qur’an.

Telah banyak sumbangsih Syekh Ali Jaber bagi umat Islam di Indonesia yang diberikan. Berdakwah agar Al-Qur’an terus hidup di tengah umat dan tak ditinggalkan. Karena Begitu pentingnya Al-Qur’an dan para penghafalnya di dalam kehidupan.

Para penghafal Al Qur’an adalah mereka yang menjaga al Qur’an, baik dari sisi hafalan maupun perbuatan. Islam sangat memuliakan para penghafal Al-Qur’an. Sebab Al-Qur’an adalah sumber kebenaran.

Al-Qur’an mampu menyelamatkan manusia, baik di dunia dan akhirat nantinya. Asalkan selamanya mau terikat kepada hukum yang tertuang di dalamnya. Kemuliaan akan dianugrahkan kepada siapa saja yang teguh berpegang padanya.

Kini, salah satu pelita umat itu telah tiada. Penerus Nabi itu telah kembali menghadapNya. Penjaga Al-Quran itu telah membersamai Rabbnya.

Namun, di tengah selimut duka, semoga perjuangan beliau bisa diteruskan oleh para penerusnya, murid-murid yang pernah dididiknya.

Begitu pun oleh segenap elemen umat yang peduli dengan Al-Qur’an semoga bisa melanjutkannya. Semoga kecintaan beliau terhadap Al-Qur’an bisa tetap memberi inspirasi kepada seluruh umat untuk terus membumikan Kitabullah dimana saja berada.

Tidak hanya menghapalkan Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari kita. Menjadikannya sebagai pegangan hidup hingga mengantarkan kepada kehidupan akhirat yang kekal selamanya.

Semoga amal yang telah beliau lakukan, mengalirkan pahala yang tiada hentinya. Semoga kecintaan beliau terhadap Al-Qur’an menjadi syafaat di akhirat kelak. Semoga Allah memberikan ampunan atas segala kesalahan dan dosa. Semoga Allah menerima segala amal kebaikan dan menempatkanmu di tempat yang terbaik di sisiNya.

Sedang bagi kita yang ditinggalkan, semoga bisa mengambil hikmah dan pelajaran berharga. Mumpung masih ada masa. Pergunakan waktu yang tersisa dengan beramal shalih sebanyak mungkin yang dibisa. Melakukan kebaikan sesuai perintahNya. Beramar ma’ruf nahi munkar hingga akhir hayat tiba.

Kematian tidak ada yang tahu kapan menghampiri. Maka dari itu, bersiaplah selalu dengan menjaga ketaatan kepadaNya setiap hari.

Jadikanlah kematian sebagai nasihat terbaik dalam menjalani kehidupan untuk menetapi ketakwaan yang sebenarnya pada Sang Illahi Rabbi. Wallahu ‘alam bish-shawab.[]

*Penulis adalah Ibu Rumah Tangga, Anggota Komunitas Muslimah Malang Menulis

_____

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat menyampaikan opini dan pendapat yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Setiap Opini yang ditulis oleh penulis menjadi tanggung jawab penulis dan Radar Indonesia News terbebas dari segala macam bentuk tuntutan.

Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan dalam opini ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawab terhadap tulisan opini tersebut.

Sebagai upaya menegakkan independensi dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Redaksi Radar Indonesia News akan menayangkan hak jawab tersebut secara berimbang

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × three =

Rekomendasi Berita