![]() |
| Wali Kota Depok Muhammad Idris saat Grand Toyota Auto 2000.[Muriyanto/radarindonesianews.com] |
“Semoga hadirnya Toyota Auto 2000 dapat memberikan dampak positif kepada pengurangan, sebab pengangguran masih sekitar 61% pekerja adalah berasal dari Kota Depok,”, ungkap Idris pada acara Grand Toyota Auto 2000, di perum Grand Depok City, Jum’at,(17/11).
Lebih dari itu, pihaknya juga berkomitmen ingin membangun Depok dengan sistem kolaborasi Akademi Bisnis Goverment dan comunity. Membangun iklim investasi yang transparan.
“Sebanyak 70% dari warga Depok adalah usia produktif 90% anak muda yang membuat miris potensial dan produktif yang masih membutuhkan pelampiasan ekspresi. Maka dari itu, Pemkot juga membutuhkan alun-alun dan Gedung Kesenian atau Gedung Kebudayaan,”, terang Idris.
Kepala Mananger Auto 2000 cabang Depok, Heri Hermawan menjelaskan, hadirnya jaringan di wilayah GDC ini, bertujuan untuk lebih dekat dengan konsumen.
“Melihat perkembangan tiap tahun jumlah pengguna Toyota yang semakin bertambah, tentunya dibutuhkan strategi pelayanan untuk memfasilitasi para pelanggan.,”, terangnya.
Dengan investasi dana hampir 69,7 miliar, pembangunan gedung yang miliki tolal luas lahan mencapai 8.136 meter persegi, diikuti fasilitas bengkel ditunjang dengan 22 stall yang terdiri 12 stall untuk perbaikan umum (general repair), 3 stall Express Maintenence, serta 7 stall khusus untuk pelayanan lainnya diharapkan bisa lebih dekat dengan para konsumen.
“Kami berharap pelanggan di sekitar Kota Depok, dapat merasakan fasilitas dan layanan kami,”, terang, Agus.
Seperti diketahui target penjualan Toyota di GDC dapat mencapai 50 unit perbulannya. Sedangkan untuk pelayanan perawatan sekitar 31 unit perhari. (Yan/Ko).










Comment