Wawancara Eksklusif Ketua Umum Partai Ummat

Politik1725 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA—- Aznur Syamsu, S.E, Ketum Partai Ummat periode 2025/2030 terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Nasional (Munas) yang diselenggarakan pada 16 Juni 2025 di Grand Kemang Hotel, Jakarta Selatan.

Untuk lebih mengenal sudut pandang ketua umum Partai Ummat tersebut, Radar Indonesia News melakukan wawancara ekslusive untuk para pembaca. Silakan menyimak.

1. Bagaimana kondisi internal Partai Ummat saat ini pasca perubahan kepemimpinan?

Pasca terpilih sebagai ketum Partai Ummat, kondisi internal semakin membaik. Saya berupaya melakulan pendekatan kepda semua pengurus sebagai langkah konsolidasi struktural baik di level pusat maupun daerah.

Hal ini sebagai upaya menyatukan visi ke semua lini untuk memperkuat langkah partai ke depan.

2. Apa langkah konkret yang akan dilakukan untuk memperkuat soliditas pengurus dan kader di seluruh tingkatan?

Selain menyatukan visi dan misi partai,
saya selalu percaya bahwa soliditas lahir dari rasa saling percaya dan saling menguatkan. Karena itu, kami menggerakkan seluruh struktur untuk lebih intens berkomunikasi, baik lewat pertemuan tatap muka maupun media daring.

Langkah kongkrit bisa dilakukan dengan pelatihan yang tidak hanya berupa keterampilan, tetapi juga menguatkan ruh perjuangan partai.

Saya ingin setiap kader merasa bahwa mereka bukan sekadar anggota partai, tetapi bagian dari keluarga besar yang punya cita-cita luhur.

3. Bagaimana Partai Ummat menangani perbedaan pendapat atau dinamika internal agar tetap produktif?

Saya memandang perbedaan pendapat sebagai anugerah, bukan ancaman. Perbedaan itu seperti rem dan gas dalam kendaraan—keduanya dibutuhkan agar perjalanan selamat sampai tujuan. Di Partai Ummat, setiap aspirasi akan ditampung dan dibahas di forum musyawarah.

Dengan cara ini, kita memastikan semua suara didengar, tapi keputusan akhir tetap mengarah pada kepentingan bersama.

4. Apa strategi Partai Ummat untuk memperkuat basis kaderisasi dan rekrutmen anggota baru?

Kaderisasi bagi kami bukan hanya soal merekrut orang, tetapi membentuk pejuang. Kami mulai dari pembinaan ideologi yang kokoh, lalu mengasah kemampuan organisasi dan komunikasi agar kader siap hadir di tengah masyarakat. Kita berupaya merekrut anggota dari kalangan milenial dengan strategi yang tepat sesuai dengan daya nalar dan cara pandang mereka.

Kami turun ke kampus, pesantren, komunitas, dan kelompok masyarakat untuk mencari talenta-talenta yang punya semangat membela umat. Target kami, setiap anggota baru merasa punya panggilan hati untuk ikut memperjuangkan visi Partai Ummat, bukan sekadar ikut-ikutan.

Dalam kaitan ini kita memerlukan SDM berkualitas agar mampu menjalani fungsi secara tepat guna, efektif dan efisien. Kata kunci kemajuan sebuah partai ada di SDM.

Dalam wawancara singkat melalui hubungan telpon tersebut, Aznur yang juga mantan diplomat itu menyinggung soal rencana struktur langsing agar mampu melahirkan kinerja partai yang cepat tanpa birokrasi yang panjang.[]

Comment