by

Winda Nurajizah, S.Pd Al Hafizhah: Hidup Adalah Sebuah Perjalanan Yang Harus Kita Persiapkan Menuju Pulang

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Usianya masih terbilang muda namun prestasinya luar biasa. Gadis kelahiran Cianjur ini telah menjadi seorang Hafizhah di usia muda.

Soal kehidupan, Winda Nurajizah yang akrab dengan panggilan Winda ini suka mencoba hal baru untuk mencari ilmu dan relasi ini mengatakan bahwa hidup ini sebuah perjalanan yang harus kita persiapkan menuju pulang. Winda juga suka mencari sahabat dan relasi alias bersilaturahim kepada banyak orang.

Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan M.Heri Yahya dan Hj. Elis Holisoh ini bertutur bagaimana beratnya godaan menghafal Quran. Namun berkat doa kedua orang tuanya yang selalu bermunajat kepada Allah dan dorongan teman, Winda yang suka warna putih dan kuning ini berhasil menghafal 30 juz secara mutkin.

Winda Nurajizah, S.Pd (paling kanan) bersama keluarga

Mau tahu alasan mengapa Winda suka warna putih dan kuning? Putih itu menurut gadis yang kini aktif di bidang bisnis dan Amilki scholarship ini mengatakan, putih mewakili aspek keseimbangan, bersih dan sebagai simbol memulai awal yang baru. Sementara kuning, katanya, memberi energi dan keceriaan.

Siapa tokoh muslimah yang menjadi favorit Winda? Saat disodorkan pertanyaan ini, Hafizhah yang tampil sempurna dengan balutan hijab ini dengan tegas mengatakan Khadijah, isteri Nabi Muhammad SAW. Menurut Winda, Khodijah merupakan sosok perempuan hebat, ahli surga dan uswah atau tauladan bagi kaum perempuan di dunia.

Kepada rekan remaja muslimah di tanah air dan mancanegara, Winda Nurajizah, S.Pd berpesan agar remaja muslimah memahami diri dan mempersiapkan bekal dalam kehidupan untuk menuju tempat asal.

“Mau kemana kita? Akhir dari kehidupan kita di dunia ini kita mau kemna? ke syurga atau ke neraka?” Ujar Winda melalui WhatsApp, Ahad (23/7/2022).

Kini bersama kedua orang tuanya, Winda tinggal di Pasir Asem RT04/RW18 Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Winda yang memiliki dua adik laki laki ini berasal dari keluarga agamis yang sederhana.  Sejak keluar dari jenjang SD Winda tinggal di pesantren sambil melanjutkan sekolah formal. Saat itu Winda menimba ilmu di dua lembaga. Luar biasa bukan?

Pada tahun 2016, usai menyelesaikan pendidikan SMA Winda melanjutkan pendidikan ke pesantren, berbeda dengan teman teman yang lebih memilih perguruan tinggi.

Sempat terlintas rasa gundah di hati Winda antara menurut perintah orang tua ke pesantren atau mengikuti keinginan pribadi ke sekolah formal untuk meraih mimpinya. Namun Winda lebih memilih keinginan orang tua dan melanjutkan pendidikan ke pesantren.

“Entah kenapa Allah memilihkan untuku sebuah lembaga penghafal Al-qur’an. Saat itu membuatku sedih dan tidak percaya diri dalam beberapa minggu.” Ujar Winda lirih.

Waktu berjalan begitu cepat. Winda tidak menyangka bahwa dirinya telah 6 tahun belajar di pesantren. Apa yang membuatnyaa bingung dan tidak percaya diri justru sebaliknya.

“Aku sangat bersyukur Allah takdirkan menghafal kallam-Nya karna di sinilah aku belajar bahwa Al-qur’an adalah obat bagi semua penyakit, solusi dari setiap masalah dan penenang dari setiap kegelisahan.”Ujar Winda dengan senyum merekah.

Bagi Winda, menghafal Al-qur’an bukan hanya menghafal huruf demi huruf dan ayat demi ayat tapi cara terbaik yang Allah hadirkan untuk menemukan pola kebahagiaan dalam hidup agar tidak tersesat dalam perjalanan panjang ini.

Kini Winda Allah amanahkan menjadi pimpinan program di sebuah lembaga yaitu Rumah Tahfizh preneur yang mencetak calon guru yang hafizh Qur’an dan berjiwa entrepreneur, menjadi pimpinan pesantren di sebuah yayasan pendidikan di kota Bandung.[]

Comment