Yurfiah Imamah: Duka Uighur, Duka Kita Bersama

Berita809 Views
Yurfiah Imamah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Duka terus menyelimuti umat Islam dipenjuru dunia, sampai saat ini duka yang sangat mendalam terus terjadi dan dialami oleh saudara muslim kita di Rohingya, Thailand, Pattani, Suriah, Moro Philipina, Palestina, Uighur, dan banyak lagi. Duka yang saat ini menjadi perhatian banyak kalangan adalah ketertindasan yang dialami oleh muslim Uighur di Xinjiang China. Penyiksaan yang terus menerus menimpa saudara muslim kita di Uighur Tak henti-hentinya dilakukan oleh Pemerintah China. 
Persekusi-persekusi terus dilakukan terhadap muslim Uighur, yaitu melarang melakukan ibadah, para muslimahnya dilarang mengenakan jilbab dan cadar, melarang anak-anak belajar Al-Qur’an dan melarang pendidikan yang mengajarkan islam, bahkan sekitar satu juta muslim Uighur dimasukkan ke kamp konsentrasi re-edukasi untuk didoktrin ajaran komunis dan patriotisme China, hingga dipaksa makan babi dan minum alcohol, serta banyak lagi tindakan keji lainnya.
Tindakan keji dan biadab yang dilakukan kafir harbi dalam menindas bahkan membunuh kaum muslim akan terus terjadi. Begitu besar kebencian kafir harbi terhadap kaum muslim hingga Allah SWT menyebutkan dalam FirmanNya TQS. Al-Baqarah : 217
“Mereka (kaum kafir) tidak akan pernah berhenti memerangi kalian (kaum muslim) sampai mereka bisa mengembalikan kalian dari agama kalian (pada kekafiran) andai saja mereka sanggup.”
Oleh sebab itulah jangan kita biarkan kebencian orang kafir dengan mudahnya mempersekusi, membantai, bahkan membunuh saudara-saudara muslim kita. Karena duka muslim Uighur adalah duka kita bersama. Kaum muslim butuh perisai / pelindung untuk melindungi darah umat Rasulullah. Jangan kita diam melihat darah yang suci itu tumpah ditangan orang-orang kafir. Karena darah umat islam itu adalah kehormatan yang wajib kita lindungi. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw :
 “Sesungguhnya darah dan harta kalian adalah kehormatan yang wajib kalian pertahankan” (HR Muslim).
Untuk itu wajib bagi kita untuk menolong saudara muslim kita. kita tak bisa berharap kepada pemimpin saat ini, pemimpin muslim yang bungkam dengan ketertindasan yang dialami oleh masyarakat muslim di negeri-negeri lain, sekalipun bukan dengan dorongan keimanan, minimal karena dorongan kemanusiaan yang mereka lakukan. 
Namun, sebagian besar sikap pemimpin di negeri-negeri lain hampir tak ada sedikitpun keberanian untuk menghentikan pemerintah China dan lainnya dari kedzoliman yang dilakukan. Tak sedikit para penguasa yang membiarkan ketertindasan terhadap umat Islam adalah mereka yang menjadi antek dan agen-agen Barat dalam menghancurkan Islam dan umat islam, serta melestarikan penghinaan terhadap Islam.
Dunia Butuh Khilafah
Umat Islam butuh perisai yang akan melindungi agamanya, darahnya, hartanya, bahkan kesatuan negaranya. Khilafah adalah perisai / pelindung sejati umat Islam. Berdasarkan sabda Nabi saw :
“Sungguh imam (kholifah) itu laksana perisai. Kaum Muslim akan berperang dan berlindung dibelakangnya” (HR. Bukhori dan Muslim).
Karena itu, kaum Muslim harus sesegera mungkin mewujudkan kembali tegaknya Khilafah yang akan menyingkirkan para penguasa pengkhianat dan menghentikan kedzoliman penguasa kafir. Khilafah juga akan mempersatukan umat Islam seluruh dunia dan menyelamatkan berbagai ketertindasan yang dialami oleh umat islam, baik itu di Uighur, Rohingya, Moro Philipina, dan lain-lain. 
Untuk itu, marilah kita berupaya untuk terus menegakkan Khilafah, bukan hanya menunggu dan berdiam diri tanpa ada upaya untuk menegakkannya. Karena hanya dengan khilafah lah umat akan kembali bangkit dan bersatu padu menjadi kekuatan besar untuk memimpin dunia. Wallahu a’lam.[]

Comment