Zohran Mamdani Menang Pemilihan Calon Demokrat Kota New York, Ini Kata Imam Shamsi Ali

Internasional1177 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, NEW YORK – Pemilihan penyisihan calon (primary election) Partai Demokrat untuk jabatan Wali Kota New York mencatatkan kejutan besar. Politikus muda Muslim, Zohran Mamdani, berhasil mengalahkan calon kuat Andrew Cuomo, mantan Gubernur New York, dalam pemilihan yang digelar pada pertengahan Juni 2025.

Kemenangan Mamdani menjadi sorotan berbagai kalangan, termasuk Imam Shamsi Ali, tokoh Muslim Indonesia di New York yang sudah lama mengenal sosok Zohran.

“Sekitar akhir Oktober 2024 lalu saya hadir dalam sebuah pertemuan kecil di Hillside, Queens. Saat itu Zohran Mamdani dikenalkan sebagai calon walikota. Saya kaget karena secara nama dia belum terlalu dikenal, dan pengalaman politiknya juga masih terbilang baru,” ujar Shamsi Ali, mengisahkan awal mula pertemuannya dengan Zohran.

Zohran Mamdani sebelumnya menjabat sebagai anggota State Assembly New York sejak 2021. Maju sebagai calon wali kota, ia menghadapi kandidat kuat Andrew Cuomo yang didukung sejumlah tokoh elite Partai Demokrat seperti Bill Clinton dan Michael Bloomberg, serta jaringan donor kelas atas. Namun, Zohran justru berhasil membalikkan ekspektasi publik.

Menurut Shamsi Ali, kemenangan Mamdani bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan karena gerakan akar rumput (grassroots movement) yang ia bangun secara sistematis dalam waktu singkat, sekitar tujuh bulan. Dukungan awal yang hanya sekitar satu persen, berubah drastis menjelang hari pemungutan suara.

“Ada enam faktor utama yang saya lihat menjadi kunci kemenangan Zohran Mamdani,” ungkap Shamsi.

Pertama, faktor momentum politik, terutama kekecewaan publik terhadap figur seperti Donald Trump dan sikap Amerika terhadap isu Palestina. Kedua, ketimpangan sosial-ekonomi di New York yang membuat kampanye Zohran soal kebutuhan dasar dan kesejahteraan warga menjadi relevan. Ketiga, kerinduan generasi muda dan milenial akan perubahan dari dominasi politisi tua, di mana Zohran mewakili semangat baru sebagai calon berusia 33 tahun.

Faktor keempat adalah dukungan komunitas imigran, termasuk latar belakang Zohran sendiri sebagai imigran yang datang ke AS di usia tujuh tahun. Kelima, soliditas suara Komunitas Muslim New York yang jumlahnya mencapai sekitar satu juta, dengan sekitar 200 ribu pemilih Demokrat. Kali ini, kata Shamsi, dukungan Muslim terfokus penuh ke Zohran.

“Banyak masjid bahkan menyediakan layanan antar-jemput ke TPS. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Faktor terakhir adalah kemampuan pribadi Zohran Mamdani. Menurut Shamsi, Zohran punya kepemimpinan yang kuat, jaringan luas di kalangan muda, dan berhasil membuktikan bahwa kemampuan tak selalu diukur dari lamanya menjabat.

Kemenangan Zohran dalam pemilihan penyisihan ini membuka jalan menuju pemilihan umum (general election) untuk menentukan Wali Kota New York berikutnya. Meski tantangan besar masih menanti, Shamsi Ali menilai peluang Zohran sangat nyata.

“Sudah saatnya New York dipimpin oleh seorang anak muda Muslim imigran yang visioner, berani, dan berintegritas,” pungkas Shamsi Ali.[]

Berita Terkait

Baca Juga

Comment