by

60 Ilmuwan Indonesia Akan Ikuti Simposium Sain Di Australia

Acara Pelepasan Australia Indonesia Science Symposium (AISS).[Dok.kedubes Australi]

RADARINDONESIANEWS.COM,
JAKARTA – Sebanyak enam puluh ilmuwan Indonesia akan melakukan
perjalanan ke Australia untuk mengikuti Simposium Sains
Australia-Indonesian yang perdana, (28 November – 1 Desember 2016). Hal
ini dikatakan wakil Dubes Australia melalui rilis ke redaksi, Rabu
(23/11).

“Simposium
yang diselenggarakan di Canberra, akan menjadi katalis kolaborasi
ilmiah lebih lanjut dan peluang penelitian pada isu-isu yang menjadi
keprihatinan bersama. Ujar Dr. Justin Lee, Wakil Dubes Australia untuk
Indonesia.
Simposium empat hari ini akan menghimpun lebih dari
120 ilmuwan Indonesia dan Australia serta fokus pada penyakit kronis dan
menular, konservasi laut dan peningkatan kerja sama pertanian. Juga
akan berlangsung diskusi tentang peluang-peluang yang ditawarkan oleh
data besar dan teknologi-teknologi yang sedang muncul.

“Dalam
dasawarsa mendatang, teknologi seperti genomic generasi selanjutnya,
Internet of Things, cloud computing, dan bahan-bahan ‘pintar’ akan
mempunyai dampak sosial, ekonomi dan lingkungan hidup yang
transformatif,” tambah Dr Lee. 

Kemajuan
dalam bidang robotika berpotensi untuk meningkatkan efisiensi dan
produktivitas dalam pabrikan sementara ilmu kedokteran nano
(nanomedicine) dapat digunakan untuk mengirimkan obat ke target secara
tepat. Genomik dapat digunakan untuk mengoptimalkan tanaman pangan pada
tanah dan cuaca tertentu, dan wahana nir-awak dapat membantu menentukan
arah, menelaah, memetakan dan memahami samudera-samudera dunia.

“Ilmuwan,
pembuat kebijakan and warga negara Australia dan Indonesia perlu
memahami bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membentuk
ekonomi, masyarakat dan lingkungan hidup mereka maupun dampak kawasan
dan global dan bekerja sama untuk memastikan bahwa manfaat-manfaatnya
dapat dinikmati secara setara.” Ujar Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan
Indonesia, Profesor Sangkot Marzuki.


Simposium
ini dibangun di atas hubungan dan kemitraan yang telah ada antara
ilmuwan, universitas dan lembaga-lembaga penelitian publik Australia dan
Indonesia. Para peneliti dari kedua negara akan dapat menelaah
peluang-peluang pendanaan penelitian, membicarakan jalur karir di bidang
ilmu pengetahuan, dan menguji tantangan-tantangan dalam menghubungkan
ilmu pengetahuan dengan kebijakan.

Simposium ini, prakarsa bersama Australian Academy of Science dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, didukung oleh Knowledge Sector Initiative Pemerintah Australia.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita