Indonesia-Australia Luncurkan KINETIK, Kemitraan AUD 600 Juta untuk Infrastruktur Hijau

Nasional352 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Indonesia dan Australia meluncurkan KINETIK, kemitraan senilai AUD 600 juta yang dirancang untuk mendorong investasi di sektor infrastruktur dan iklim berkelanjutan di Indonesia dalam sepuluh tahun ke depan.

Program tersebut diluncurkan di Kementerian Keuangan oleh Direktur Jenderal Stabilitas dan Pembangunan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan Herman Saheruddin, Deputi Menteri Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Putut Hari Satyaka, serta Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath.

Menurut Kamath, KINETIK mencerminkan komitmen kedua negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Kemitraan itu menggabungkan keahlian dan investasi Indonesia serta Australia untuk menarik pembiayaan bagi proyek energi bersih dan infrastruktur berkelanjutan.

“Dengan menggabungkan keahlian dan investasi Indonesia dan Australia, KINETIK akan membantu menarik investasi untuk proyek energi bersih dan infrastruktur berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi, memperkuat masyarakat, serta menciptakan peluang baru dalam ekonomi hijau,” kata Kamath.

KINETIK akan menyasar sejumlah sektor, antara lain energi terbarukan, air dan sanitasi, pengelolaan sampah, serta transportasi berkelanjutan. Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong inovasi digital dan pembangunan yang inklusif.

Herman berharap kemitraan Indonesia-Australia itu memperkuat kebijakan pembiayaan berkelanjutan, pembangunan infrastruktur hijau, serta akses pendanaan untuk program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

“Saya berharap kemitraan ini akan terus memperkuat upaya bersama kita dalam memajukan kebijakan pembiayaan berkelanjutan, mengembangkan infrastruktur hijau, dan memperluas akses pendanaan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” ujar Herman.

Pada saat peluncuran, KINETIK mengumumkan tiga investasi yang menggambarkan fokus kemitraan tersebut.

Pertama, investasi sebesar US$35 juta dari KINETIK Affirma Capital Climate Transition Fund melalui Private Infrastructure Development Group untuk Bright Nusantara Energy.

Perusahaan tersebut mengoperasikan proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan surya dengan kapasitas total 30 megawatt di Sumatera Barat, Gorontalo, dan Lombok Timur.

Kedua, investasi US$13 juta melalui Australian Development Investments (ADI) ke Circulate Capital Asia Fund II. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung perusahaan yang mengembangkan solusi di bidang daur ulang dan pengelolaan sampah.

Ketiga, investasi sebesar US$16,65 juta berupa pendanaan filantropi dan publik Australia melalui ADI untuk Asia Climate-Smart Landscape Fund. Dana ini akan digunakan untuk membiayai perusahaan Indonesia yang bergerak di sektor pertanian berkelanjutan, agroforestri, dan akuakultur.

Melalui KINETIK, Indonesia dan Australia menempatkan pembiayaan hijau sebagai salah satu instrumen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim.[]

Comment