RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) menggelar Impact Connect 2026 sekaligus melantik Badan Pengurus Harian (BPH) AFSI periode 2026–2029 di kantor Allianz Syariah, Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Forum yang diikuti lebih dari 100 perwakilan ekosistem syariah digital tersebut menjadi ajang memperkuat kolaborasi industri dan mendorong pergeseran paradigma dari sekadar halal menuju hasan atau kebaikan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Impact Connect 2026 mengusung tema “Connecting Voices, Creating Value: Moving from Halal to Hasan, Uniting the Ecosystem, and Scaling Our Impact.” AFSI mempertemukan regulator, pelaku fintech syariah, startup halal, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam forum tersebut.
Ketua Umum AFSI periode 2026–2029, Muhamad Ismail, mengatakan kegiatan itu diharapkan menghasilkan kolaborasi konkret dalam pengembangan industri fintech syariah.
“Harapan utama kami setelah acara ini adalah terciptanya kolaborasi konkret antaranggota maupun stakeholder luas dalam pengembangan produk inovatif, integrasi teknologi, hingga pemberdayaan sektor riil,” kata Muhamad Ismail.
Menurut dia, pertumbuhan ekosistem digital halal tidak cukup hanya diukur melalui angka pertumbuhan industri. Pertumbuhan tersebut, kata dia, harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kami ingin memastikan pertumbuhan ekosistem digital halal tidak hanya terlihat dari angka, tetapi benar-benar membawa kebermanfaatan nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Gagasan tersebut sejalan dengan arah kepengurusan AFSI periode 2026–2029 yang mendorong pertumbuhan industri halal digital sekaligus memperkuat paradigma dari halal menuju hasan.
Konsep ini menekankan agar prinsip syariah tidak berhenti pada pemenuhan ketentuan, tetapi diwujudkan dalam aktivitas ekonomi yang memberikan kebaikan dan manfaat.
Potensi pengembangan ekosistem tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Google, Temasek, dan Bain & Company dalam laporan 2025 memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$130 miliar pada 2025. Angka tersebut setara sekitar 44 persen dari total ekonomi digital Asia Tenggara.
Nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$360 miliar atau sekitar Rp5.953 triliun pada 2030. Kontribusinya diperkirakan mencapai 11 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Pertumbuhan ekonomi digital diproyeksikan berlanjut seiring meningkatnya adopsi layanan digital, pembayaran elektronik, aset digital, dan teknologi Web3. AFSI menilai pencapaian proyeksi tersebut membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antarsektor.
Impact Connect 2026 dikemas melalui empat agenda utama, yakni pelantikan BPH AFSI periode 2026–2029, panel talk show, exhibition showcase inovasi, serta networking ekosistem.
Melalui empat agenda tersebut, AFSI mempertemukan pelaku industri sekaligus membuka ruang untuk pertukaran gagasan, pengembangan produk, integrasi teknologi, dan peluang kerja sama lintas sektor.
Kegiatan ini mendapat dukungan Allianz Syariah sebagai bagian dari komitmen perusahaan menjadi enabler dalam pengembangan ekosistem syariah melalui kolaborasi lintas sektor.
Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Elmie A. Najas, mengatakan dukungan tersebut merupakan upaya mempertemukan berbagai perspektif dan membuka peluang kolaborasi di dalam ekosistem halal digital.
“Kami bangga dapat mendukung Impact Connect 2026 sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif dan membuka peluang kolaborasi di dalam ekosistem halal digital,” kata Elmie.
Menurut Elmie, semangat bergerak dari halal menuju hasan memiliki makna penting karena prinsip syariah tidak semestinya berhenti pada pemenuhan ketentuan, tetapi perlu diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Karena itu, kami meyakini kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk membangun ekosistem syariah yang semakin inovatif, inklusif, dan memberikan dampak berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam agenda exhibition showcase, sebanyak 20 startup anggota AFSI memamerkan berbagai inovasi produk digital. Inovasi tersebut mencakup tokenisasi real-world assets (RWA), social finance, kecerdasan buatan (AI), perbankan syariah, hingga teknologi blockchain.
Pameran tersebut menjadi ruang bagi para startup untuk memperkenalkan inovasi dan perkembangan teknologi sekaligus membuka peluang kolaborasi, baik antaranggota AFSI maupun dengan pemangku kepentingan lainnya.
Melalui Impact Connect 2026, AFSI menegaskan komitmennya menjembatani inovasi halal digital dengan kebutuhan ekonomi umat. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat fondasi industri syariah yang inklusif dan berkelanjutan.[]









Comment