by

Abdul Hafid: Aksi Damai 4 November Ditunggangi Elite Politik

Abdul Hafid Permana, Ketua Umum Komite Rakyat Nasional – Jokowi.[Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA
– Melalui keterangan pers, Senin (6/11), Abdul Havid Permana, Ketua Umum Komite Rakyat Nasional – Jokowi
mengatakan aksi damai yang berujung ricuh di depan istana disebabkan
oleh propokator yang sudah disetting sedemikian rupa, sehingga aksi
damai hanya kamuflase untuk mengelabui peserta aksi dan aparat.
Kemudian
muncul pertanyaan siapakah dalang dari keributan itu, lebih lanjut
menurut hemat Ketum Komite Rakyat Nasional – Jokowi menyampaikan
kemungkinan tentu ada otak intelektualnya, pemuda yang beredar fotonya
di media sosial hanyalah operator lapangan.
“Ia hanya memulai kericuhan
agar memancing seluruh peserta aksi turut membuat keributan dengan
aparat,” Kata Havid. 
Dalam logika aksi, lanjut Havid, chaos adalah target maksimal agar dapat menarik perhatian media
dan masyarakat, sehingga seolah-olah pemerintah anti kritik dan kejam,
logika ini berbanding terbalik bila melihat judul Aksi Damai.
Peserta
aksi pada 4 november kemarin, menurutnya diyakini tidak akan ada
kericuhan pasalnya pimpinan-pimpinan aksi adalah ulama-ulama
besar.”Kasihan mereka para ulama yang tidak tahu menahu politik harus
ditunggangi oleh segelintir orang tertentu yang hanya memuaskan libido
politiknya,” ucap Havid. 
Beberapa waktu lalu lanjut Havid, Presiden Jokowi menyambangi kediaman Prabowo di Hambalang untuk
berdiskusi tentang negara, yang berujung menunggang kuda berwana putih
dan hitam.”Menjadi menarik simbol tentang menunggangi, mungkin saja aksi
kemarin ada yang menunggangi karena merasa tidak mendapatkan tunggangan
kuda, akhirnya menunggangi para Ulama dan pserta aksi.
Havid
juga menambahkan, peserta aksi bukan saja alim ulama melainkan
juga ada tokoh-tokoh politik yang menjabat sebagai legislator aktif,
sungguh ironis sebagai salah satu pejabat publik justru mereka melakukan
tindakan yang tidak terpuji. 
Sebagai
Organisasi Relawan Jokowi pada pilpres yang lalu, tentunya kami masih
tegak lurus.”Isu kudeta permasalahan Ahok hanya pintu masuk saja,
sesungguhnya elit politik memiliki target meng-kudeta pemerintahan
yang sah,” Ucap Havid 
Oleh karena itu,”Kami
sangat mendukung pemerintahan yang legitimate, dan mendukung proses
hukum dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok, biarlah proses hukum
berjalan, jangan ada tekanan dan intervensi terhadap kepolisian,”
jelasnya.
“Perintah Presiden untuk gelar
perkara terbuka adalah langkah yang cukup baik dan maju, sehingga
transparansi penyelidikan menjadi terang benderang, “benar atau
salahnya” publik dapat menilai dengan sendirinya,” Tambah Havid
Maka
dari itu, kami himbau kepada elite politik yang masih mencintai NKRI
jangan lagi menunggangi umat islam, dengan memanfaatkan momentum
penistaan agama, sebagai seorang negarawan sepantasnya turut menjaga
persatuan bangsa, apalagi sebagai purnawirawan jenderal doktrin kalian
adalah NKRI harga mati,” Tandas Havid.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita