Adhifatra Agussalim Dorong Anak Muda Aceh Kembangkan Ekonomi Kreatif

Aceh, Daerah911 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, BANDA ACEH — Ketua DPW Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera (GAMIES) Provinsi Aceh, Adhifatra Agussalim, mengajak generasi muda Aceh untuk aktif mengembangkan sektor ekonomi kreatif sebagai langkah membangun kemandirian ekonomi sekaligus menciptakan peluang usaha yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026. Menurut Adhifatra, Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kreatif, terutama melalui inovasi, pemanfaatan teknologi digital, dan kreativitas anak muda.

Ia menilai generasi muda Aceh memiliki kemampuan yang kuat, namun masih membutuhkan ruang, dukungan, dan pendampingan agar potensi tersebut dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru bagi daerah.

“Anak muda Aceh jangan hanya menjadi penonton di era digital. Kita harus menjadi pelaku utama dalam membangun ekonomi kreatif yang inovatif, produktif, dan mampu bersaing secara nasional bahkan internasional,” ujar Adhifatra di Banda Aceh, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, perkembangan teknologi dan media digital telah membuka peluang usaha di berbagai sektor ekonomi kreatif, mulai dari desain grafis, konten digital, videografi, fotografi, kuliner kreatif, fesyen lokal, musik, hingga industri berbasis budaya dan kearifan lokal Aceh.

DPW GAMIES Aceh, kata Adhifatra, berkomitmen mendorong lahirnya lebih banyak pelaku ekonomi kreatif muda melalui program pelatihan, edukasi kewirausahaan, penguatan branding produk, hingga pemasaran digital berbasis media sosial dan marketplace.

“Generasi muda harus berani berkarya dan menciptakan peluang sendiri. Kreativitas yang dipadukan dengan teknologi dapat menjadi kekuatan besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Selain itu, GAMIES Aceh juga berupaya membangun kolaborasi dengan komunitas kreatif, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah daerah guna menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang sehat dan berkelanjutan.

Adhifatra menekankan pentingnya menjaga identitas budaya Aceh dalam pengembangan ekonomi kreatif. Menurut dia, kekayaan budaya dan potensi lokal Aceh dapat menjadi nilai tambah yang memperkuat daya saing produk di pasar nasional.

“Kita memiliki budaya, seni, dan potensi lokal yang luar biasa. Jika dikemas secara kreatif dan modern, maka produk-produk anak muda Aceh akan memiliki daya saing tinggi di pasar nasional,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda Aceh tidak takut memulai usaha dan terus meningkatkan kemampuan diri agar mampu menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

“Ekonomi kreatif bukan hanya soal bisnis, tetapi tentang bagaimana generasi muda mampu menciptakan perubahan, membuka lapangan kerja, dan membawa nama Aceh lebih dikenal melalui karya-karya terbaik,” tutupnya.[]

Comment