by

Agar Produksi Pangan Tidak Menjadi Sebuah Ilusi

-Opini-34 views

 

 

Oleh : Desi Nurjanah, S.Si*

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Salah satu upaya meningkatkan produksi padi adalah dengan meningkatkan pra sarana pertanian melalui pembangunan atau Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Kabupaten Bandung.

RJIT dilakukan untuk memastikan lahan pertanian mendapatkan irigasi yang akan menjamin kebutuhan air hingga panen serta pengelolaan RJIT dilakukan oleh kelompok tani (okezone.com, 13/2/2021).

Ada banyak faktor dan upaya untuk meningkatkan produksi padi selain dari irigasi yaitu adanya budidaya pertanian dan peningkatan produktivitas pertanian seperti kelangkaan dan mahalnya harga pupuk serta minimnya peralatan. Sehingga tetap sulit untuk menaikan produksi padi.

Ditambah biaya produksi yang tidak sebanding dengan harga jual dan hal ini membuat para petani tidak memiliki interest bertani lagi karena tidak ada profit bagi petani.

Selain itu, RJIT tidak boleh sepenuhnya diberikan kepada kelompok tani, akan tetapi masyarakat dan negara harus mengawasi agar tidak ada penyalahgunaan dana irigasi baik oleh masyarakat ataupun negara.

Model ketahanan pangan dalam Islam

Terkait hal ini Islam mampu menjadi dan memberikan solusi atas permasalahan ketahanan pangan. Mengurus dan meningkatkan produksi pangan merupakan hal penting bagi sebuah negara.

Berikut adalah lima prinsip pokok ketahanan pangan yang perlu dipahami.

Pertama, optimalisasi produksi dengan memanfaatkan seluruh potensi lahan melalui perkembangan sains dan teknologi seperti optimalisasi benih, teknik irigasi, pemupukan, penanganan hama hingga panen dan pengelolaan pasca panen.

Kedua, adaptasi gaya hidup kepada warga negara agar tidak berlebihan mengkonsumsi pangan.

Ketiga, menejemen logistik yang dipegang oleh pemerintah seperti cadangan produksi, distribusi dan teknologi pasca panen.

Keempat, prediksi iklim atau analisis perubahan iklim.

Kelima, mitigasi bencana kerawanan pangan yang disebabkan oleh perubahan drastis kondisi alam dan lingkungan.

Selain itu, Islam juga mengembangkan iklim yang kondusif bagi penelitian dan pengembangan di bidang pertanian dengan membangun laboratorium, perpustakaan dan lahan percobaan.

Para ilmuwan diberi dana penelitian dan penghargaan atas karya mereka sehingga memperkuat ketahanan pangan negara. Karena antara masyarakat, petani, ilmuwan dan negara saling bersinergi untuk menguatkan ketahanan pangan.

Salah satu indikator kuatnya sebuah negara adalah ketahanan pangan dengan tidak berada di bawah bayang-bayang negara lain. Karena, negara mampu memproduksi dan menciptakan ketahanan pangan sendiri.[]

*Mahasiswi S2 Gazi University, Ankara Turki

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + eight =

Rekomendasi Berita