RADARINDONESIANEWS.COM, SERPONG – Banjir yang menerjang Pondok Pesantren Al – Tsaniyah, Serpong – Tangerang Selatan, senin (10 / 07 /17) pada pagi hari saat para santri masih terlelap tidur pukul 02.00. Pagi.
Kejadian ini diketahui pertama kali sekitar pukul 02.00 oleh salah sseorang santri yang sedang melaksanakan sholat tahajud dengan masuknya air ke dalam musholah tempat santri melaksanakan sholat. Dengan siaga satu, para santri dibangunkan untuk menyelamatkan pakaian, makanan dan fasilitas pesantren lainnya .
“Banjir kali ini adalah banjir terbesar sejak pesantren Al – Tsanawiyah berdiri dan ada di sini.” ungkap ibu Nyai, pendiri dan pembina Pondok Pesantren al -Tsaniyah yang juga istri dari (alm) DR Kyai H Muhamad Mashuri Naim, M.
Salah satu faktor penyebab banjir ini adalah sistem drainase yang tidak baik akibat penyempitan aliran air yang pada awalnya lebar dan sesuai dengan debit air yang mengalir, kini hanya tinggal satu gorong gorong yang harus menampung aliran air yang cukup berdebit tinggi.
Yang lebih parah lagi adanya penutupan saluran air oleh pihak pengembang Perumahan Serpong Jaya. Meskipun saat ini Perumahan Serpong Jaya sudah membongkar kembali saluran air yang tertutup namun pihak pondok pesantren menghimbau agar pengembang perumahan Serpong Jaya memperhatikan dampak dari banjir yang mengakibatkan kerugian para penghuni dan fasilitas pesantren.
“Beberapa fasilitas pesantren yang rusak akibat banjir masih dijemur di sekitar pondok pesantren. Perhatian dari pemerintah daerah dan pihak pengembang Serpong Jaya hingga saat ini masih ditunggu untuk menyelesaikan permasalahan banjir baik yang telah maupun yang belum terjadi agar ini tidak terjadi lagi melanda pondok pesantren Al – Tsaniyah.” ungkap salah satu pembina pondok pesantren.[Johar/ Andi]











Comment