by

Amoral Kepada Ortu, Anak Bisa Kehilangan Restu

-Opini-12 views

 

 

Oleh: Maulinda Rawitra Pradanti, S.Pd, Praktisi Pendidikan

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Tak perlu ditanya lagi betapa besarnya cinta kasih orang tua kepada anak-anaknya. Rela memberikan jiwa dan hartanya demi kebahagiaan si anak. Kerja banting tulang demi bisa memberikan kehidupan yang layak bagi anak-anaknya. Bahkan sering terdengar orang tua rela kelaparan daripada anaknya yang tidak makan. Rela kedinginan tidur beralaskan tikar daripada anaknya menggigil tak berselimut tebal.

Kasih sayang itu tak boleh hanya berupa kenikmatan makanan ataupun pakaian. Haruslah diimbangi dengan pemenuhan pendidikan anak. Baik yang bersifat intelektual, spiritual, emosional, dan moral.

Sayangnya, meskipun orang tua telah memfasilitasi kebutuhan si anak hingga ia dewasa, tak ayal banyak juga anak yang tak tau balas budi. Bahkan kekerasan kepada orang tuanya pun kerap kali dilakukan. Bak fenomena gunung es yang terus saja dielu-elukan. Kelihatannya saja kecil, tetapi di balik itu semua ada badan dan kaki gunung es yang sangat luas dan dalam. Ketika suatu saat gunung es ini mencair, maka akan menjadi bom waktu tersendiri bagi sekitarnya.

Kekerasan demi kekerasan teruslah berulang. Berita silih berganti mengabarkan perilaku amoral anak kepada orang tua. Perkara kecil pun bisa dibesar-besarkan hingga harus menempuh jalur hukum atau bahkan main hakim sendiri sampai ada anak yang tega membunuh orang tuanya.

Kasusnya pun beragam. Seperti kasus anak menuntut harta warisan, anak minta uang untuk traktir pacar, tak terima barang pribadinya dipakai oleh orang tuanya, dan kasus-kasus yang semisal. Sebenarnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin, namun karena tersulut emosi, aksi brutal pun bisa terjadi.

Inilah bentuk amoral anak yang saat ini marak terjadi. Entah terpengaruh tontonan, teman, atau lingkungan sekitarnya. Semua saling berkaitan dan bertanggung jawab atas hal ini.

Hidup di tengah-tengah sistem yang liberal sungguh menguras tenaga. Ingin hidup damai, terjaga, dan terjamin sepertinya sangatlah sulit didapat. Semua terbawa arus hidup individualis, hedonis, dan oportunis. Hilanglah rasa hormat dan saling menyayangi kepada orang tua. Inilah yang terjadi jika sistem kehidupannya adalah sistem sekuler liberal.

Oleh karena itu, kehidupan yang mencekam harus segera diganti dan dibuang sejauh-jauhnya. Gantilah dengan sistem yang sempurna dan paripurna, yakni sistem dari Ilahi Rabbi, Islam lah jawabannya. Islam akan memberi hukuman kepada anak-anak yang bertindak amoral kepada orang tuanya.

Adapun hukuman itu di antaranya berupa;

1. Shalatnya tidak diterima di sisi Allah SWT
“Allah tidak akan menerima shalat orang yang dibenci kedua orang tuanya yang tidak menganiaya kepadanya”. (HR. Abu al-Hasan bin Makruf).

2. Diharamkan masuk surga
“Ada tiga jenis orang yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pecandu khamr, durhaka terhadap kedua orang tua, dan seorang dayyuts”. (HR. Nasa’i dan Ahmad).

3. Dibenci oleh Allah SWT
Jika kamu ingin dicintai oleh Allah, maka cintailah kedua orang tuamu. “Keridhaan Allah tergantung pada keridhaan orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka kedua orang tua”. (HR. al-Hakim).

4. Ditimpa adzab di dunia
Al-Hakim dan al-Ashbahani, dari Abu Bakrah ra. dari Nabi saw, beliau bersabda, “Setiap dosa akan diakhirkan oleh Allah sekehendakNya sampai hari kiamat, kecuali dosa mendurhakai kedua orang tua. Sesungguhnya Allah akan menyegerakan (balasan) kepada pelakunya di dalam hidupnya sebelum mati”.

5. Dianggap kafir
Durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar. Orang-orang yang berbuat demikian digolongkan dalam sifat kafir. Sebagaimana hadist, “Jangan membenci kedua orang tuamu. Barang siapa mengabaikan kedua orang tua, maka dia kafir”. (HR. Muslim)

6. Dosa-dosanya tidak diampuni
Dari Aisyah ra. ia berkata, Rasulullah Saw. Bersabda, Dikatakan kepada orang yang durhaka kepada kedua orang tua, “Berbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya Aku tidak akan mengampuni”. Dan dikatakan kepada orang yang berbakti kepada orang tua, “Perbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya Aku mengampunimu.” (HR. Abu Nu’aim).

7. Segala amal perbuatannya dihapuskan
Meskipun bisa berbuat baik kepada semua manusia di dunia, tetapi kalau durhaka pada orang tua, sungguh kebaikannya sia-sia di sisi Allah. Diriwayatkan oleh at-Thabrani, “Ada tiga hal yang menyebabkan terhapusnya seluruh amal, yaitu syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, seorang alim yang dipermainkan oleh orang dungu dan jahil”.

Coba saja direnungkan sejenak bagaimana pengorbanan orang tua terhadap anak. Pasti akan didapatkan banyak sekali perlakuan orang tua yang tidak bisa terbayarkan oleh anaknya apalagi hanya menggantinya dengan materi semata.

Kalaupun bisa diganti dengan materi, namun sejatinya bukan itu yang diharapkan oleh orang tua. Sebagai orang tua muslim, yang diharapkan adalah anaknya bisa menjadi investasi dunia dan akhiratnya. Sebagai jalan untuk memberikan pahala jariyah kepada orang tua dan menjadi kebanggaan di hadapan Allah dan Rasulullah Muhammad.

Begitu mulianya orang tua hingga banyak ayat dan hadits yang menerangkannya. Bahkan ridhonya orang tua adalah salah satu kunci seorang anak untuk mendapatkan ridhonya Allah. Sementara murkanya orang tua pun juga menjadi murkanya Allah.

Oleh karena itu, mintalah restu pada orang tua agar bisa selalu menjalani kehidupan dengan keberkahan yang luar biasa. Muliakanlah orang tua agar selalu dimuliakan juga oleh Allah, terutama kepada ibu yang melahirkan. Maka jika dilihat kepada anak-anak yang tidak berperilaku baik terhadap orang tuanya, dapat dipastikan dia tidak mendapat restu orang tua dan juga restu Allah.
Wallahu a’lam bish showab.[]

Comment

Rekomendasi Berita