by

Anak Adalah Aset Akhirat

-Opini-11 views

 

Oleh: Lilis Sulistyowati, S.E, Pemerhati Sosial

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Anak merupakan aset akhirat, anak merupakan titipan Ilahi yang kelak sebenrnya akan membawa kita merasakan manisnya surga seperti dalam sebuah hadits:

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Bagaimana Membentuk Anak Sholeh?

Anak yang sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. ⁣

Tidak ada kata lain selain ilmu agama sebagai pondasi dasar bagi anak – anak kita. Ilmu agama yang tidak hanya sebatas rukun iman dan rukun Islam, akan tetapi ilmu agama secara keseluruhan. Segala aspek kehidupan baik yang berhubungan dengan Allah, diri sendiri maupun orang lain.

Pondasi kuat inilah yang akan membentuk sebuah ketaqwaan individu yang akan mendorong mereka taat kepada Sang Pencipta. Kekuatan inilah yang menjadi benteng bagi individu untuk menjauhi segala sesuatu yang tidak dibolehkan oleh Sang Pencipta.

Selain itu kita sebagai orang tua juga berkewajiban memilihkan lingkungan yang baik, teman yang baik, pendidikan yang baik sehingga dapat mendukung pembentukan kesholehan anak.

Hal paling utama adalah bahwa anak membutuhkan figur atau contoh dalam keluarga. Sehingga kita sebagai orang tua membersamai mereka juga memperbaiki diri kita. Bersama – sama berjuang untuk menjadi sholeh sembari mendo’akan mereka.

Mencetak Anak Tangguh

Jika semua langkah kita lalui dengan baik, akan lebih sempurna pula ketika sistem pendidikan juga mendidik dengan kurikulum Islam yang memberikan perhatian besar pada pembentukan pondasi keimanan yang kuat. Pendidikan yang tidak memisahkan antara agama dengan kehidupan.

Memilih pendidikan yang tidak mengajarkan tsaqafah Asing, agar Islam yang dipelajari tidak menjadi abu – abu atau pun kebarat – baratan. Islam kebarat – baratan saat ini lebih populer dengan istilah moderat.

Keimanan yang kokoh dan kuat akan membuat anak mampu memiliki jati diri seorang muslim. Jati diri inilah yang akan membuat dia sanggup menghadapi semua tantangan akhir zaman. Bukan jati diri yang abu – abu yang mencampuradukkan antara yang haq dan yang batil. Wallahu’alam bi sowab.[]

Comment

Rekomendasi Berita