by

Konflik Ormas, Islam Punya Solusi

-Opini-378 Views

 

 

 

Oleh : Widya Soviana, Dosen dan Pemerhati Masalah Sosial Masyarakat

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –Organisasi Masyarakat atau lebih dikenal dengan Ormas merupakan sebuah perkumpulan masyarakat yang didirikan oleh masyarakat dalam rangka menyelenggarakan cita-cita organisasi yang secara umum adalah untuk meraih kebangkitan masyarakat. Kebangkitan sendiri dapat diartikan sebagai upaya sadar manusia terhadap keadaan yang ada saat ini, sehingga muncul keinginan untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013, Ormas adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Adanya jaminan negara kepada masyarakat untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat telah melahirkan hampir 500 ribu jumlah Ormas di Indonesia (kemendagri.go.id, 23/08/21). Jumlah yang banyak tersebut merupakan potensi sumber daya yang besar, yang dapat membantu negara dalam mewujudkan pembangunan nasional. Tentu, apabila semua Ormas tersebut berdiri di atas tujuan dan metode yang benar.

Adanya peritiwa bentrok yang terjadi antar Ormas belakangan ini mengindikasikan bahwa adanya kekeliruan dalam pemikiran, perasaan dan perbuatan dari para anggota Ormas tersebut.

Bentrokan yang telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka telah ditangani oleh pihak kepolisian dengan menetapkan beberapa tersangka. Mirisnya, dari 7 orang tersangka yang ditetapkan, 3 orang dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Faktanya peristiwa bentrok antar Ormas sudah berulang kali terjadi. Pemicunya acapkali kepentingan golongan Ormas itu sendiri.

Dalam sebuah laman CNN (25/11/21),  disebutkan pemicu bentrok antar Ormas yang terjadi diduga akibat rebutan limbah ekonomis perusahaan. Karena isu rebutan limbah ekonomis tersebut telah terjadi sejak lama. Dari sini dapat ditemukan, bahwa akar permasalahan sebenarnya dari percekcokan yang terjadi antar Ormas tersebut adalah faktor ekonomi.

Hal ini tidaklah menimbulkan keheranan di tengah masyarakat. Sebagai negara yang juga mengadopsi sistem kapitalis-sekuler, maka akan sangat mudah melahirkan Ormas-Ormas dengan landasan untuk memperoleh keuntungan semata tanpa mengindahkan norma-norma agama, hukum dan sosial. Sehingga, banyak dari para anggota Ormas hanya berbekal semangat untuk meraih keinginan dan keuntungan pribadi atau golongannya saja. Oleh karenanya, konflik kepentingan ini dapat dipastikan akan terus terjadi, meski sanksi pidana telah diterapkan bagi para pelanggar ketertiban umum tersebut.

Maka, untuk menghentikan bentrokan antar Ormas tidak cukup hanya dengan adanya komitmen untuk perdamaian sebagaimana yang telah dilakukan selama ini.

Ormas tanpa visi dan misi yang benar dan jelas menjadi potensi kekaburan/kebiasan dalam menjalankan peran dan fungsinya, terlebih lagi apabila Ormas memiliki cita-cita namun tidak memiliki metode yang benar dan jelas untuk mewujudkannya.

Adanya orang-orang di dalam Ormas yang tidak memiliki kesadaran dan niat yang benar akan menyebabkan munculnya berbagai potensi konflik di tengah masyarakat bahkan di tubuh Ormas itu sendiri. Belum lagi adanya potensi pihak-pihak tertentu yang ingin mengambil manfaat, sehingga keberadaan Ormas dapat disetir sesuai dengan kepentingan bisnis dan politiknya.

Oleh karenanya perlu adanya pembinaan yang tepat dan sungguh-sungguh untuk menumbuhkan kepribadian masyarakat yang selaras dengan tujuan bernegara.

Sebagai negara yang didominasi oleh penduduk yang beragama Islam, sudah pasti Ormas yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat juga didominasi oleh umat Islam. Maka menjadi penting bagi kader Ormas untuk diberikan pembinaan kepribadian Islam agar mampu berkontribusi untuk melakukan perbaikan kepada masyarakat.

Islam sebagai agama dan pandangan hidup mampu menciptakan perdamaian, ketentraman dan ketenangan bagi seluruh masyarakatnya. Adanya ikatan akidah sebagai kontrol dalam perbuatan mampu mendorong seseorang untuk berbuat baik dan mencegah dirinya dari perbuatan yang buruk seperti merugikan atau melukai orang lain.

Adanya kegiatan pencegahan sebagaimana dimaksud dengan pembinaan untuk para anggota Ormas merupakan sistem berlapis yang akan sempurna dengan adanya penetapan sanksi bagi pelanggar hukum. Sehingga dengan kedua hal tersebut, dipastikan bentrok antar Ormas dapat diminimalkan bahkan bisa tidak akan terjadi lagi. []

Comment