Anda adalah Apa yang Anda Katakan dan Pikirkan

Opini188 Views

Penulis: Amir Kumadin | Alumni IAIN Walisongo Semarang, Direktur Penerbit Intuisi Press. Telah menulis lebih dari 15 judul buku

“Kata-katamu adalah doamu. Kata-katamu adalah energimu”.

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Kata-kata atau ucapan itu bukan saja manifestasi doa, tetapi lebih dari itu, bahwa setiap apa yang Anda ucapkan/lafadzkan, baik positif maupun negatif, adalah manifestasi energi yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi diri Anda sendiri dan realitas diluar diri Anda.

Kata atau ucapan positif akan membentuk energi positif yang membangun dan menguatkan. Sebaliknya, kata atau ucapan negatif akan membentuk energi negatif yang melemahkan, meruntuhkan, dan menghancurkan.

Pikiran manusia mampu memproses sebuah konsep, apakah itu positif atau negatif, yang lahir dari sebuah interpretasi dan respons informasi dan data yang diterimanya dari luar.

Tetapi otak secara biologis/fisik tidak tahu konsep positif dan negatif. Ia hanya bekerja secara otomatis untuk mengolah data yang masuk apa adanya, apakah data itu positif atau negatif.

Otak biologi tidak bisa membedakan ucapan yang berupa latah, candaan, dan kenyataan. Sehingga kata-kata yang masuk ke dalam otak, itulah yang akan mengendap di bawah sadar dan akan mengarahkan perilaku Anda dalam kehidupan sehari-hari.

Kata-kata adalah sebuah afirmasi yang membentuk pikiran bawah sadar, gelombang otak alpha dan theta. Kemudian melahirkan keyakinan, sikap, dan tindakan/perbuatan.

Misal, saat di mana Anda bilang “I Can” (saya bisa), maka otak Anda mulai membuka dan mencari seribu jalan lain menuju Roma.

Sebaliknya, saat di mana Anda bilang “I Can’t” (saya tidak bisa), maka pada saat yang sama, otak Anda akan menutup banyak jalan menuju apa yang sebenarnya Anda harapkan (sukses), akan membatasi dan mengkerdilkan langkah Anda.

Penutup itu bisa berupa ragu-ragu, tidak melakukan apa-apa (zero action), banyak bikin alasan, malas gerak, dll. Tahukah Anda bahwa ragu-ragu, dalam konteks negatif, mengandung arti yakin untuk gagal.

Contoh lain, saat di mana Anda bilang, “semua adalah mungkin” (anything is possible) atas izin-Nya, maka otak Anda akan membuka dan mencari 1000 peluang menuju ‘keajaiban’.

Sebaliknya, saat dimana Anda bilang, “impossible” (mustahil/tidak mungkin), maka otak Anda akan memutus dan menegasikan 1000 kemungkinan yang bakal terjadi dengan action yang nampak kecil tapi yang menjadi salah satu sebab keajaiban terjadi.

Kemudian, saat dimana Anda bilang, “saya harus terus belajar” (I must keep learning), maka otak Anda akan mengarahkan kepada open minded (berpikiran terbuka). Yakni, Anda memiliki sikap mental positif untuk menerima dan mempertimbangkan hal-hal baru atau berbeda dari luar diri Anda, yang menjadi sebab hadirnya ilmu dan hikmah baru dalam diri Anda, sehingga Anda semakin tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang maju dan sukses.

Sebaliknya, jika Anda bilang, “I Know” (saya sudah tahu), merasa sudah tahu segalanya, maka otak Anda akan mengarahkan kepada “close minded” (berpikiran tertutup). Anda akan menutup semua informasi, ilmu, kritik, masukan, dan persepektif yang berbeda dari luar, dan bahkan hikmah dan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Dari sini dimulailah kebodohan demi kebodohan menimpa Anda.

Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani dalam kitabnya, Fathurrobbani, memperingatkan Anda bahwa, salah satu tipe orang bodoh bahkan dapat melenyapkan agamanya adalah, “Kamu tidak mau mempelajari apa yang tidak kamu mengerti sehingga kamu tetap bodoh”.

Oleh sebab itu, jangan pernah berkata buruk tentang diri Anda dan orang lain meskipun hanya sekedar bercanda dan latah.

Jika Anda berkata, “Saya berani”, dan berpikiran berani, maka Anda akan berani, demikian juga berlaku sebaliknya, jika Anda berkata, “Saya takut”, dan berpikiran takut, maka Anda akan takut.

Jika Anda berkata, “Saya berhasil”, dan berpikiran berhasil, maka Anda akan berhasil, demikian juga berlaku sebaliknya, jika Anda berkata, “Saya gagal”, dan berpikiran gagal, maka Anda akan gagal.

Jika Anda berkata, “Saya sehat”, dan berpikiran sehat, maka Anda akan sehat, demikian juga berlaku sebaliknya, jika Anda berkata, “Saya sakit”, dan berpikiran sakit, maka Anda akan sakit, maka sakit akan menjadi milik Anda.

Konon menurut shohibul hikayat, pada suatu hari Nabi Ibrohim as menyembelih qurban fii sabiilillaah berupa 1.000 ekor domba, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta. Orang-orang kagum melihat pengorbanannya, bahkan para malaikat pun terheran-heran melihat hal itu.

Melihat kondisi tersebut, lalu Nabi Ibrahim as berucap, “Kurban sejumlah itu bagiku belum apa-apa. Demi Allah! Seandainya aku memiliki anak lelaki, pasti akan aku sembelih karena Allah dan aku qurbankan kepada-Nya”.

Karena saat itu, Nabi Ibrohim as sudah berumur 99 tahun, namun belum dikaruniai anak. Benar saja, setelah Nabi Ibrohim as memiliki anak bernama Ismail, kurang lebih berumur 7 tahun, ada perintah dari Alloh Ta’aalaa agar Nabi Ibrohim as mengurbankan anaknya tersebut. Terbukti apa yang diucapkan Nabi Ibrohim as akhirnya benar-benar terjadi.

Awalnya dari kata-kata, apa yang Anda ucapkan akan menjadi apa yang Anda pikirkan, atau sebaliknya, apa yang Anda pikirkan akan melahirkan kata-kata. Lalu pikiran akan mengarahkan dan membentuk tindakan.

Tindakan yang diulang-ulang akan menjadi kebiasaan. Kemudian kebiasaan akan menjadi karakter. Dan akhirnya karakter itulah yang akan menentukan nasib Anda.

Syaikh Abdurrohman As-Sa’di bilang bahwa, “Kehidupanmu akan mengikuti jalan pikiranmu”.

Inilah yang disebut “The Law of Attraction” (Hukum Tarik Menarik) atau “Hukum Manifestasi” yang menyatakan bahwa kata-kata dan pikiran merupakan energi yang dipancarkan ke alam semesta. Pada saat yang sama, alam semesta memantulkan energi tersebut kembali kepada orang yang bersangkutan.

Jika kata-kata dan pikiran itu positif, maka mengandung energi positif, dan sebaliknya. Apa yang Anda katakan (ucapkan) dan pikirkan, maka itulah yang semesta berikan kepada Anda atas izin-Nya.

Don’t forget, pastikan Anda selalu berkata dan berpikir positif, dan jangan pernah biarkan kata-kata dan pikiran negatifmu membelenggu, mencelakakan, dan membunuh hidupmu…!!!

Apa yang Anda katakan dan pikirkan, maka itulah yang akan terjadi.

Allah Ta’ala berfirman dalam hadits qudsi, ‘Aku sesuai persangkaan hamba-Ku’, (HR. Bukhari dan Muslim).

Kalau begitu anggapanmu, maka akan begitulah jadinya.

Sekali lagi, bahwa You are what you say and think. Anda adalah apa yang Anda katakan dan pikirkan.[]

Comment