RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Australia dan Indonesia meluncurkan kesepakatan baru untuk memperkuat upaya pemberantasan perdagangan orang melalui Program ASEAN–Australia untuk Pemberantasan Perdagangan Orang (ASEAN ACT). Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama bilateral sekaligus regional di kawasan Asia Tenggara.
Duta Besar Australia untuk ASEAN, Tiffany McDonald, mengatakan kemitraan tersebut menitikberatkan pada respons yang praktis dan terkoordinasi.
“Melalui kerja sama ASEAN ACT, Australia dan Indonesia berinvestasi dalam respons yang mendukung upaya yang dipimpin ASEAN untuk menangani perdagangan orang sebagai kejahatan transnasional,” ujarnya melalui rilis, Jumat (16/4/2026).
Ia menambahkan, kesepakatan ini juga berkontribusi pada prioritas regional dalam kerangka kerja ASEAN serta memperkuat kapasitas kolektif dalam merespons dinamika perdagangan manusia yang kian berkembang.
Kerja sama ini hadir di tengah meningkatnya kompleksitas dan skala perdagangan orang di kawasan ASEAN. Australia dan Indonesia, menurut McDonald, berkomitmen untuk menangani kejahatan tersebut beserta jaringan kejahatan terorganisir yang terkait, sekaligus memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Australia–ASEAN.
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Syahardiantono, menyebut penandatanganan kesepakatan turunan (subsidiary arrangement) ini sebagai langkah strategis bagi Indonesia.
“Kerja sama ini memperkuat sinergi regional dalam penanganan perdagangan orang, sekaligus meningkatkan kapasitas nasional di bidang penegakan hukum, peradilan, dan perlindungan korban,” katanya.
Ia menegaskan, upaya tersebut sejalan dengan implementasi Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Perdagangan Orang, khususnya terhadap perempuan dan anak. Menurut dia, Indonesia akan terus memainkan peran aktif dalam upaya regional bersama negara-negara ASEAN lainnya.
Australia, lanjut Syahardiantono, juga mendorong penguatan kebijakan publik yang inklusif serta peningkatan kapasitas aparat guna memastikan keadilan dan perlindungan bagi korban di seluruh kawasan.
Melalui kemitraan ini, Australia menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan Indonesia dan negara-negara ASEAN dalam mencegah perdagangan orang, mengurangi kerentanan terhadap eksploitasi, serta memperkuat keamanan dan ketahanan kawasan.[]














Comment