by

Azis Syamsuddin Akui, Masih Banyak Regulasi yang Hambat Investasi

Bupati Kutai Rita Widyasari di acara Golkar. (doc. Arini)
RADARINDOESIANEWS.COM, JAKARTA – Ketua DPP Partai Golkar bidang
Desentralisasi dan Otonomi Daerah, Aziz Syamsuddin mengakui masih banyak
regulasi yang menghambat investasi di daerah membuat pertumbuhan
ekonomi terhambat. Padahal, desentralisasi pemerintahan melalui otonomi
daerah seharusnya membuat laju investasi dan pertumbuhan ekonomi di
daerah meningkat.
 
“Sudah hampir dua dasawarsa reformasi bergulir, yang melahirkan
sistem otonomi daerah itu sendiri. Inilah tantangan kita bagaimana
mensigkronkan investasi dan otonomi daerah. Untuk itulah kita harus
tentukan mana peraturan daerah yang perlu dipertahankan dan mana yang
perlu dicabut,” ujarnya dalam acara diskusi bertema “Efektivitas
Penataan Ulang Regulasi Ekonomi dan Investasi” di Kantor DPP Partai
Golkar, Kamis (9/6).


Menurutnya, sekitar 3.266 Perda bermasalah sebagaimana data dari
Kemendagri. Dia juga menyebutkan bahwa semestinya sejumlah regulasi juga
perlu disederhanakan sehingga iklim investasi berjalan lebih sehat. 

“Tujuannya, adalah agar dapat meningkatkan daya saing investasi dan kualitas produk dalam negeri,” kata Azis.


Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rita
Widyasari mengatakan sejauh ini calon investor di wilayahnya
mempertanyakan tiga hal dalam kaitannya dengan investasi.


Faktor keamanan merupakan salah satu faktor terpenting untuk menjamin
kelangsungan investasi mereka. Sedangkan faktor kedua adalah persoalan
kemudahan berinvestasi yang menyangkut masalah proses perizinan.


Ketiga, ujarnya, adalah persamaan. Dia menyebutkan kebanyakan
inveator asing menuntut kesamaan perlakuan dan layanan birokrasi ketika
mereka berusaha di wilayah tersebut. (Arini/BB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + three =

Rekomendasi Berita