![]() |
| Peluncuran dan Bedah buku [Anak Sersan Jadi Panglima”.[Ikhwan/radarindonesianews.com] |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Perjalanan hidup seorang manusia memang susah ditebak dan diduga. Itulah perjalanan hidup seorang Hadi Tjahjanto yang sekarang menjabat sebagai Panglima TNI. Kehidupan semasa kecilnya menbuat kita trenyuh.
Hadi Tjahyanto lahir dari pasangan prajurit Angkatan Udara, Bambang Sudarto dan Nur Saadah di Malang bersama empat adiknya. Hadi tumbuh sebagai pribadi yang tangguh, pernah juga merasakan menjadi caddy dan juga membuat kue donat demi membantu orang tuanya untuk membiayai sekolah adik adiknya. Begitulah gambaran seorang Hadi Tjahyanto yang diungkapkan dalam peluncuran dan bedah buku “Anak Sersan Jadi Panglima” yang berlangsung di Mall FX, Jakarta, Jumat (16/3/2018).
Setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara tahun 1986 dan sekolah penerbang TNI AU pada 1987. Hadi kemudian memulai karier militernya. Berbekal ketekunan dan kegigihan, berbagai jabatan berhasil dia emban dengan baik hingga akhirnya terpilih sebagai Kepala Staf Angkatan Udara periode 2017 – 2018.
Puncak karier Hadi Tjahjanto adalah pada Desember 2017 dipercaya oleh Presiden Joko Widodo sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Prestasi ini sangat unik dan langka terjadi karena tercatat hanya segelintir dari satuan Angkatan Udara yang berhasil memegang jabatan penting tersebut.
Perajalanan kehidupan Hadi Tjahyanto yang sangat inspiratif ini kemudian dibedah Eddy Suprapto selaku penulis buku. Buku “Anak Sersan Jadi Panglima” ditulis dengan alur narasi yang disarikan dari pertemuan sejak SMA, cerita teman lama dan kenangan orang tua dan saudaranya yang masih lekat dalam ingatan.
Buku ini berhasil menghadirkan sisi lain dari Hadi Tjahjanto sebagai seorang sahabat, anak dan pribadi yang tak pernah bermimpi menjadi panglima.(ikhwan)












Comment