by

BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli Jelaskan Mekanisme Peserta PBI APBN/APBD

Foto/Albert/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang sistem Jaminan Sosial Nasional untuk menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Lahirnya BPJS Kesehatan sebagai Badan Hukum Publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia diatur di dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Hal ini menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan dalam menjalankan tugasnya harus tunduk dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
Menanggapi keluhan dari keluarga peserta JKN-KIS atas nama Yuliwarni Zendrato dan keluarga yang telah terbit disalah satu Berita Online, pada pokoknya mengeluhkan tentang penonaktifan kartu JKN-KIS milik anaknya dan tidak adanya pemberitahuan kepada pihak keluarga. 
Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Satriyo Wibowo, Kamis (03/08/2018) membenarkan bahwa keluarga peserta atas nama Yuliwarni Zendrato datang ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli menanyakan tentang status kepesertaan milik anaknya yang bernama Yuliwarni Zendrato.
“Kami membenarkan bahwa keluarga pasien atas Nama Yuliwarni Zendrato mendatangi kantor BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli. Dalam kunjungannya keluarga bertanya tentang status kepesertaan milik anaknya. Menanggapi hal tersebut, kami telah menyampaikan bahwa kepesertaan milik anaknya dalam status non aktif. Kami juga telah menyampaikan bahwa memang benar peserta tersebut pernah menjadi peserta PBI APBD Kota Gunungsitoli, namun kartu tersebut untuk saat ini dalam status tidak aktif karena peserta tersebut tidak lagi menjadi peserta PBI APBD Kota Gunungsitoli, per 30 Agustus Tahun 2017 sesuai dengan Ketetapan yang kami terima dari Dinas terkait”. Ungkap Satriyo
Satriyo menyampaikan kepada keluarga peserta bahwa BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, sebagai badan penyelenggara jaminan sosial kesehatan, tidak berkewenangan untuk menetapkan Calon Peserta atau Peserta JKN KIS menjadi Peserta PBI APBN atau PBI APBD.
“Dalam hal penetapan seseoarang menjadi Peserta dari segmen PBI APBN atau PBI APBD, ini bukanlah kewenangan kami. Itu kembali kepada pemerintah yang memiliki sumber dana. Kami hanya menindaklanjuti data yang telah disampaikan kepada kami, untuk selajutnya kami proses sesuai ketentuan dan kesepakatan. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS, bahwa “Pemeritah mendaftarkan penerima bantuan iuran dan anggota keluarganya sebagai peserta kepada BPJS.” Artinya kami hanya menindaklanjuti data yang telah sampai kepada kami”. Imbuhnya
Pihak BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli dalam hal ini diwakili oleh Satriyo menyampaikan permohonan maaf kepada peserta dan keluarganya.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada peserta dan keluarga dari Yuliwarni Zendrato atas kejadian ini, kami tidak bermaksud untuk melempar tanggung jawab, seperti yang keluarga sampaikan di salah satu media elektronik, melainkan kami hanya menjalankan peran dan tanggung jawab kami sesuai dengan alurnya, dan tujuan kami memintakan keluarga untuk menanyakan hal ini kepada Dinas terkait semata-mata untuk mendapatkan kejelasan tentang kejadian ini, tanpa ada niat untuk menyulitkan keluarga maupun Dinas terkait”. Ucapnya dengan nada pelan. (Albert)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × one =

Rekomendasi Berita