by

BPJS Kesehatan dan Puskesmas Se-Kabupaten Nias Duduk Bersama, Berikut Yang Dibahas

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Bentuk upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) Triwulan II Kabupaten Nias bersama Puskesmas Se-Kabupaten Nias, Selasa (31/05), bertempat di Lasara Point Cafe & Resto, Jalan Karet Nomor 58, Ilir, Gunungsitoli.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Syefrio Hendriko menjelaskan bahwa kegiatan monev KBK merupakan media untuk bersinergi dan membangun komitmen dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan di FKTP.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di FKTP serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi Jaminan Kesehatan khususnya di FKTP. Tentunya diperlukan sinergi dan komitmen penuh dari kita semua untuk mewujudkan hal tersebut,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Syefrio mengatakan bahwa terdapat tiga indikator yang digunakan dalam penilaian KBK. Masing-masing indikator ini menentukan besaran kapitasi yang diterima oleh FKTP apabila tercapai atau tidak.

“Ada tiga indikator yang digunakan dalam KBK yaitu angka kontak, rasio rujukan non-spesialistik dan rasio perserta prolanis terkendali. Apabila FKTP dapat mencapai target dari masing-masing indikator ini maka kapitasi yang diterima secara penuh. Namun jika tidak, maka kapitasi yang diterima akan disesuaikan dengan pencapaian,” tambahnya.

Lebih lanjut Syefrio mengatakan bahwa terdapat hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam mencapai target dari masing-masing indikator.

“Berdasarkan data yang ada, masih terdapat beberapa puskesmas yang kapitasi dibayarkan belum mencapai 100%. Kami berharap masing-masing puskesmas dapat meningkatkan upaya dalam mencapai target dari masing-masing indikator KBK. Pemanfaatan aplikasi P-Care juga perlu menjadi perhatian mengingat kualitas entry data tersebut sangat penting dalam menunjang capaian indikator KBK. Diharapkan terdapat koordinasi dan kolaborasi antara petugas puskemas dan petugas P-Care untuk memastikan kualitas entry data tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Puskesmas Bawolato, Viktor Telaumbanua mengatakan terdapat beberapa kendala yang dihadapi di lapangan. Namun pihaknya berkomitmen untuk bisa meningkatkan capaian KBK sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan di FKTP.

“Masalah yang ditemui di lapangan yaitu sering bertukarnya petugas P-Care, sehingga pemahaman terhadap aplikasi belum begitu baik. Kami terus berupaya agar proses transfer knowledge tetap dimaksimalkan. Sebagai garda pertama dalam pemberian pelayanan kesehatan, kami berkomitmen untuk meningkatkan capaian KBK sebagai bentuk upaya kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.

Reporter : Albert

Comment