RADARINDONESIANEWS.COM, GAZA — Ketegangan di Jalur Gaza kembali meningkat setelah Brigade Al-Quds, sayap militer Jihad Islam Palestina (PIJ), dan Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, melakukan serangkaian operasi gabungan terhadap pasukan Israel.
Kolaborasi kedua kelompok perlawanan ini menjadi tanda semakin solidnya koordinasi di medan tempur sepanjang 2025.
Dalam laporan terbaru, kedua brigade melancarkan serangan bersama yang menghancurkan buldoser lapis baja D9 milik militer Israel di kawasan Taman al-Mahatta, timur Kota Gaza. Operasi dilakukan menggunakan RPG tandem yang ditembakkan secara terkoordinasi oleh pejuang dari dua faksi berbeda.
Tak berhenti di situ, tembakan mortir berat turut dilepaskan ke pos-pos Israel di sekitar Hashashin, selatan Khan Younis.
Serangan ini disebut sebagai bagian dari strategi untuk melemahkan posisi pasukan darat Israel yang tengah melakukan penetrasi ke wilayah selatan Gaza.
Dalam operasi lain di Jalan al-Mars, Khan Younis, Brigade Al-Quds mengklaim berhasil menghancurkan satu unit tank Israel yang melintas di area padat pertempuran tersebut.
Sementara itu, laporan lain juga menyebutkan bahwa para pejuang Al-Qassam dan Al-Quds menargetkan pasukan dan kendaraan militer Israel di Khan Younis dan Rafah menggunakan roket jarak dekat.
Dalam pernyataannya, Brigade Al-Quds menegaskan bahwa mereka telah mengambil langkah untuk menghalangi Israel membatasi warga Palestina kembali ke wilayah utara Gaza, terutama mereka yang sebelumnya mengungsi karena pengeboman intensif.
Sementara itu, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa struktur komando Al-Qassam kini lebih terdesentralisasi. Keputusan operasi diserahkan pada komandan brigade di tiap zona, termasuk dalam koordinasi tindakan bersama dengan Al-Quds.
Sinergi kedua kelompok ini dinilai meningkatkan efektivitas perlawanan Palestina. Dengan menggabungkan kemampuan taktis Al-Qassam dan mobilitas serangan cepat Al-Quds, tekanan terhadap militer Israel meningkat di beberapa front krusial.
Analis keamanan regional menyebut operasi gabungan ini sebagai salah satu perkembangan militer paling penting pada tahun 2025, mengingat sebelumnya kedua kelompok kerap beroperasi secara terpisah meski memiliki tujuan sama.
Kini koordinasi dinilai semakin matang, baik dari sisi tembakan langsung, logistik, maupun pengintaian medan tempur.
Peningkatan kolaborasi militer ini diperkirakan akan memperumit upaya diplomasi, termasuk negosiasi gencatan senjata. Tekanan yang lebih besar terhadap Israel juga bisa mendorong respons militer berskala lebih besar.
Meski begitu, bagi kelompok perlawanan Palestina, operasi gabungan menjadi bukti bahwa persatuan taktis dapat menghasilkan dampak signifikan, terutama di tengah serangan intensif dan blokade yang terus berlangsung.[]
——
SUMBER
Republika.co.id – “Aksi Kolaborasi Brigade Al-Qassam dan Al-Quds Hancurkan Buldoser Militer Israel”, 5 Agustus 2025.
Anadolu Agency (AA) – Laporan serangan roket gabungan di Gaza Selatan.
Antara News – “Brigade Al-Quds Ambil Langkah Halangi Israel Larang Warga Kembali”.
Terrorism-Info Research Center – Laporan mengenai struktur komando Al-Qassam tahun 2025.











Comment