Budi Arie Ajak Koperasi Ambil Bagian Sebagai Pilar Utama Pembangunan Ekonomi Nasional

Daerah, Kep. Nias977 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Bertempat di halaman Kantor Bupati Nias, Senin (14/7/2025), Bupati Nias Ya’atulo Gulo bertindak sebagai inspektur upacara peringatan hari koperasi ke 78 tahun 2025.

Dari tema yang diusung pada peringatan hari koperasi tahun ini “Koperasi Maju, Indonesia Adil Makmur”, Menteri Koperasi RI Budi Arie Setiadi menekankan pentingnya kebangkitan ekonomi berbasis kerakyatan, mendorong penguatan peran koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional.

Budi mengatakan, peringatan ini bukan sekedar peringatan sebuah lembaga ekonomi, melainkan merayakan semangat hidup orang banyak, semangat gotong royong, semangat dari kita, oleh kita, dan untuk kita.

Dikatakannya dalam koperasi, suara setiap orang sama. Tak peduli berapa besar modalnya, setiap anggota punya hak bicara yang setara. Prinsip one man one vote, bukan hanya soal teknis rapat tahunan, akan tetapi sebagai penentu arah masa depan bersama.

Ia menambahkan koperasi sangat relevan dan strategis dalam mewujudkan beberapa Asta Cita Presiden Prabowo. Koperasi sektor pertanian secara nyata mendukung pencapaian swasembada pangan.

Selain itu, dalam hal pengembangan industri Agro-Maritim dapat dilakukan pengembangan berbasis koperasi dengan kearifan lokal. Inisiatif tersebut tentunya sangat relevan dengan pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Kita patut bersyukur, Koperasi Indonesia terus menunjukkan geliat positif. Tahun lalu, jumlah koperasi aktif kita tercatat sebanyak 131.617 unit. Anggotanya mencapai hampir 30 juta orang. Artinya, satu dari sepuluh warga Indonesia adalah bagian dari koperasi. Volume usaha koperasi pada tahun 2024 menyumbang 214 triliun terhadap PDB Nasional. Itu hampir 1 persen, dan potensinya masih sangat besar jika kita kelola bersama,” ucap Bupati Nias.

“Koperasi ini bukan hanya tempat simpan pinjam, disana ada beberapa gerai penting, yaitu gerai sembako tempat mengakses barang subsidi pemerintah seperti gas, beras dan minyak goreng. Gerai klinik desa disertai dengan gerai apotik, gerai gudang untuk menyimpan serta logistik dan transportasi untuk mendistribusikan hasil panen,” sambungnya.

Untuk menjalankannya, Budi menekankan koperasi harus bermitra dengan kelompok tani, koperasi sektor lain, BUMDes, usaha swasta dan bahkan akademisi.

“Kita butuh teman seperjalanan, kita butuh gotong royong, dan kita butuh ruang di mana semua orang bisa tumbuh bersama. Koperasi adalah ruang itu. Koperasi harus “Agile”, yang artinya dapat beradaptasi, lebih gesit, lebih inovatif, dan lebih akuntabel sehingga dapat memberikan manfaat lebih besar kepada anggota dan lingkungannya. Jangan sampai tertinggal oleh kemajuan jaman,” pesan Budi.

Diakhir penyampaiannya, Menteri Koperasi itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membuktikan bahwa Indonesia adil, makmur, dan berdaulat, bukan karena kekuatan segelintir orang, tapi karena kekuatan bersama rakyat.[]

Comment