by

Cebiana Nur Andini: Menanti Secercah Cahaya (Puisi)

-Puisi-60 views

 

Bulir air mata yang berpendar di pelupuk matamu

Tak mampu menghalau duka yang semakin berkabut berarak pilu
Jerat hati yang membelenggu bisu
Sungguh menyesakkan dada dan menghujam kalbu

Bagaimana pancaran sinarmu tak kelabu?

Tiap hari disuguhi drama eksentrik atas nyawa yang raib

Kian hari dibuai syair melankolis bertajuk asa nan dusta

Sedangkan jubah kebesaran yang kau kenakan lenyap tak berbekas dimakan rayap

Menatap nanar nama dalam layar
Menata hati dan terantuk raga ketika kasih tulus untuknya bak pengekangan atas keterasingan

Sebuah dilema antara dirimu dan dirinya

Hingga kini tak kunjung hilang meskipun hanya sekelebat bayangan

Kau hanya diam sembari merajut pinta dalam untaian doa

Kau tempuh seribu cara untuk tak mendekati sang diva

Kecerdikanmu hanya untuk si rubah yang mencela

Dalam asa menyatukan hati yang mulai menjauh dari putihnya cahaya.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − two =

Rekomendasi Berita