by

Dana Haji Kembali Naik Menukik

-Opini-41 Views

 

 

Oleh : Rantika Nur Assiva, Mahasiswi

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Agama mengusulkan kenaikan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang harus dibayarkan oleh calon jemaah haji jadi sebesar Rp69 juta.

Jumlah ini adalah 70 persen dari usulan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang mencapai Rp98.893.909,11. Sementara, 30 persen sisanya ditanggung oleh dana nilai manfaat sebesar Rp29,7 juta. Secara akumulatif, komponen yang dibebankan pada dana nilai manfaat sebesar Rp5,9 triliun.

“Tahun ini pemerintah mengusulkan rata-rata BPIH per jemaah sebesar Rp98.893.909, ini naik sekitar Rp514 ribu dengan komposisi Bipih Rp69.193.733 dan nilai manfaat sebesar Rp29.700.175 juta atau 30 persen,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks MPR/DPR, Senayan Jakarta, Kamis (19/1).

Artinya, biaya haji tahun ini melonjak hampir dua kali lipat tahun lalu yang hanya sebesar Rp39,8 juta. Ongkos ini juga lebih tinggi dibandingkan 2018 sampai 2020 lalu yang ditetapkan hanya Rp35 juta. Yaqut beralasan kebijakan ini diambil untuk menjaga keberlangsungan dana nilai manfaat di masa depan, (CNNIndonesia, 20/1/2023).

Dampak kenaikan biaya haji yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi sudah dirasakan para calon jemaah haji khusus dari Indonesia tahun ini. Beberapa hari sebelum berangkat, mereka harus sudah menyiapkan ongkos tambahan hingga puluhan juta rupiah.

Dilansir dari BBCNewsIndonesia.com, Lonjakan biaya itu akibat pemerintah Saudi menerapkan sistem paket akomodasi yang nilainya jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

“Saya sudah memprediksi. Tapi saya kaget tambahannya sebesar itu,” kata Yati, 58 tahun, calon jemaah haji khusus yang akan berangkat pada tanggal 19 Juni.

Sekitar dua minggu sebelum berangkat, agen perjalanan Yati mewanti-wanti akan ada kenaikan biaya haji kurang-lebih sebesar US$2.000 atau sekitar Rp29 juta. Perempuan itu mengaku dirinya bukan orang kaya, dan mendaftar haji khusus karena antrean haji reguler di kota asalnya, Tangerang, sampai 20 tahun. Ia mengatakan sudah membayar Rp150 juta, (BBCNewsIndonesia.com, 3/6/2022).

Biaya penyelenggaraan ibadah haji 2023 diusulkan naik menjadi Rp 69 juta demi keadilan dan keberlangsungan manfaat dana haji. Pada saat yang sama Arab Saudi justru menurunkan biaya asuransi umrah dan haji tahun 2023 ini sebesar 73%.

Kenaikan biaya ini tentu menimbulkan pertanyaan akan komitmen negara memudahkan ibadah rakyatnya yang mayoritas muslim. Di tengah kesulitan ekonomi, negara seharusnya memfasilitasi rakyat agar lebih mudah beribadah. Kenaikan biaya justru menimbulkan dugaan adanya kapitalisasi ibadah, di mana negara mencari keuntungan dari dana haji rakyat.

Sungguh berbeda pengaturan ibadah haji di bawah naungan Islam. Negara akan mempermudah rakyat dalam menjalankan ibadah haji dan memberikan fasilitas terbaik untuk para tamu Allah.

Tidak ada menunggu antrian ibadah hingga bertahun-tahun lamanya. Atau mempersulit pemberangkatan dengan administrasi yang berbelit-belit dan memakan biaya tambahantambahan yang tidak sedikit. Wallahua’lam Bisshawab. []

Comment