DEMA UIN Jakarta Ikuti Workshop Penulisan Isu Gender dan Anak

Pendidikan60 Views

RADARINDONESIANEWS .COM, CIPUTAT — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengirimkan delegasi untuk mengikuti Workshop Penulisan Ilmiah Isu Gender dan Anak yang diselenggarakan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA). Kegiatan ini berlangsung pada 14–16 April di lingkungan kampus UIN Jakarta.

Salah satu peserta merupakan fungsionaris dari Departemen Pemberdayaan Perempuan DEMA UIN Jakarta. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas intelektual mahasiswa dalam isu advokasi berbasis keilmuan.

Workshop menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar yang memberikan materi mulai dari landasan teoretis hingga teknik penulisan ilmiah. Pada hari pertama, Dr. Nur Rofiah membahas Perspektif Keadilan Hakiki Perempuan (KHP) dalam penulisan isu gender dan anak. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang mampu menangkap pengalaman biologis dan sosial perempuan secara utuh.

Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan pelatihan teknis penulisan ilmiah dari Dr. Sa’diyah El-Adawiyah dan Ahmad Hamdani. Materi yang disampaikan meliputi penyusunan artikel ilmiah yang sistematis, strategi menembus jurnal bereputasi, serta pengolahan data isu gender menjadi narasi yang argumentatif.

Wakil Presiden Mahasiswa DEMA UIN Jakarta, Devi Ayu Rahmawati, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas literasi fungsionaris mahasiswa.

“Kami mengapresiasi undangan dari PSGA. Workshop ini penting untuk mempertajam kemampuan menulis dalam menyuarakan isu kemanusiaan, khususnya gender dan anak,” ujarnya.

Peserta workshop dari Departemen Pemberdayaan Perempuan DEMA UIN Jakarta, Dzakiyyah Nailal, menilai kegiatan ini memberikan perspektif baru dalam memahami isu gender secara lebih mendalam.

“Selama ini isu gender sering dipahami secara permukaan. Melalui perspektif KHP dan teknik penulisan ilmiah, kami belajar menyusun analisis yang lebih berbobot dan solutif,” katanya.

DEMA UIN Jakarta berharap hasil pelatihan tersebut dapat diimplementasikan dalam program kerja internal maupun advokasi isu gender di lingkungan kampus dan masyarakat.[]

Comment