by

Desi Nurjanah, S.Si: Human Religion Pada Revolusi Industri 5.0

-Opini-31 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Saat ini kita menuju era Revolusi Industri 5.0 dengan prinsip human religion yaitu manusia beragama yang menuju kepada kebajikan baru untuk mencapai kehidupan yang bermakna dengan menggunakan instrumen teknologi. Pendidikan harus mampu melahirkan lulusan dengan kemampuan digital literacy, technology literacy dan human literacy. Pendidikan saat ini harus humaniti/kemanusiaan (Visi News, 15/10/2020).

Definisi human religion hanya sebatas kebaikan saja yang artinya menjadikan teknologi sebagai sarana kebaikan untuk kehidupan yang lebih baik dengan kata lain hanya berbatas pada perbaikan akhlak saja.

Padahal religion tidak hanya membahas persoalan akhlak akan tetapi mencangkup ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Selain itu, religion memiliki batasan-batasan yang disebut dengan hukum syara’ terhimpun secara menyeluruh tidak hanya sebatas tentang akhlak.

Revolusi Industri 5.0 dihadirkan karena ketidakpuasan manusia pada Revolusi Industri 4.0, karena teknologi digunakan sebagai pengganti tenaga manusia di sektor industri dengan kata lain adanya dehumanisasi industri sehingga menjadikan manusia tidak produktif, nilai manusia sangat murah dan rusaknya nilai-nilai kemanusiaan.

Pada saat bersamaan, pendidikan dipetakan agar mampu melahirkan lulusan yang mengerti teknologi.

Dalam sistem kapitalis-sekuler seperti saat ini pendidikan diaruskan bukan untuk kebaikan manusia akan tetapi hanya ditujukan sebagai asas manfaat belaka. Peta pendidikan ditujukan untuk menopang kepentingan ekonomi dan kapitalis. Jadi, selama permasalahan mendasar pendidikan tidak dirubah, maka teknologi tidak akan banyak membawa dampak positif bagi manusia.

Berbeda dengan sistem pendidikan Islam yang menjadikan kaum muslim menjadi inovatif dan progresif di segala bidang kehidupan termasuk dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga tidak dibatasi pada dunia industri saja.

Terkait hal ini, ilmuan dan teknokrat Ibnu Firnas pencetus pesawat terbang pertama yang terinspirasi dari pembahasan burung di dalam Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai contoh. Beliau mampu menginternalisasikan antara nilai nilai agama (faith value), ilmu pengetahuan (knowledge) dan teknologi.

Selain Ibnu Firnas masih banyak ilmuan-ilmuan muslim yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang tidak berasas hanya pada manfaat belaka.

Mereka menggunakan asas dan prinsip Islam sebagai pendorong kuat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi manusia. Intelektual muslim seperti mereka dididik oleh sistem pendidikan Islam di dalam sebuah institusi islam yang mampu mencetak generasi-generasi terbaik bagi manusia.[]

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 3 =

Rekomendasi Berita