Dicopot Lebih Cepat, Panglima TNI Korban Syahwat Politik Joko Widodo

Berita1256 Views
Arief Poyuono, waketum Gerindra.[Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pergantian Panglima TNI memang sudah wajar dan pasti harus terjadi tapi ada sebuah keanehan kalau diperhatikan dengan seksama dimana panglima TNI Gatot Nurmantyo baru akan pensiun di tahun depan tepatnya Bulan Maret.
Ini artinya Panglima TNI Gatot Nurmantyo akan jadi Jendral bintang empat tanpa jabatan jika bulan ini terjadi pergantian panglima TNI. Demikian diungkapkan Arief Poyuono dalam rilis yang disampaikan ke redaksi radarindonesianewscom, melalui hubungan Whatsapp, Rabu (6/12/2017)

Sepertinya, lanjut Arief, Presiden Joko Widodo melihat dan membaca beberapa Hasil Lembaga Survei terkait tokoh tokoh yang punya potensi maju sebagai Capres 2019 dan nama Panglima TNI Gatot Nurmantyo mulai diperhitungkan oleh masyarakat untuk menjadi pesaing Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

“Kalau menurut saya daripada Gatot nanti jadi duri dalam sekam bagi Joko Widodo maka strategi “Tumpas Kelor” dilakukan oleh Joko Widodo terhadap Gatot Nurmantyo.” Jelas Arief.

Jika demikian maka Gatot Nurmantyo menjadi korban syawat politik Joko Widodo yang ingin kembali berkuasa pada Pilpres 2019 nanti.

“Tapi saya ingatkan saja bahwa rakyat sudah cerdas dalam menilai kinerja pemerintahan Joko Widodo dan itu akan jadi penilaian bagi masyarakat untuk memilih dan tidak memilih Joko Widodo nanti dipilpres 2019.[GF]

Comment