DPD Pernusa Dipimpin Pemuda Dengan Integritas Bangun Negara

Berita1627 Views
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Bertempat di Pacifik Place Cooffe Bean Jakarta DPP Pernusa (Perjuangan Rakyat Nusantara) dan DPD mengadakan silaturahmi untuk membahas visi dan misi dari Pernusa agar kiprahnya semakin eksis hari ini dan untuk kedepan 2/8/2017.
Tokoh Muda ketua DPD Pernusa lulusan Universitas Tarumanegara, Suripto yang juga sebagai Relawan Jokowi itu menegaskan visi dan misi Pernusa adalah lebih mempraktekkan apa arti Revolusi Mental sesuai nawacita Jokowi.
Dilihatnya dari hal terkecil, prilaku etika dan moral,  terlihat tidak sebagimana mestinya. Seperti tukang taksi yang membuang sampah bekas bungkus nasi sembarangan  dan prilaku tatib dalam berlalu lintas.
Cita-citanya sebagai anak bangsa yang lahir, tinggal, cari makan dan bahkan mati di sini,  cita-cita paling tidak mencontoh  negara singapura yang tingkat disiplinnya, memperbaiki etika moral paling tidak dari diri sendiri, baru ditularkan ke keluarga, teman teman, lalu ke tingkat masyarakat luas. Sebagai anak muda kita harus turut serta  dalam pembangunan Indonesia.
Dikatakan Suripto, membangun prilaku dan etika moral sebagaimana meatinya  adalah tugas pemerintahan. Begitupun dalam pemahaman Pancasila,  ideologi falsafah negara serta sumber dari hukum Indonesia adalah Pancasila. Semua acuan Pancasila, bukan sekedar pajangan tetapi dilaksanakan dalam kehidupan sehari hari. Alangkah malunya masih ada anak bangsa yang tidak hapal Pancasila. Sungguh Ironis.
Jelang  Sumpah Pemuda 28 Oktober, apa yang perlu dilakukan pemuda sebagai estafet penerus untuk pemimpin masa depan. Tentunya, sebagai pemuda, harus menjauhi narkoba, perusak generasi penerus bangsa yang tidak ada manfaat sama sekali karena narkoba musuh kita bersama.
Setelah estitika dari Pancasila kita pahami, Negara kita teruji dengan Bhineka Tunggal Ika, berbeda beda suku bangsa ras, agama tapi tetap satu. Hal ini harus dipahami oleh generasi muda, generasi penerus bangsa.  Bhineka  Tunggal Ika, berbeda beda tapi tetap satu bangsa Iindonesia. 
“Prinsip saling menghargai dan memupuk budaya Tepo Sliro. Sikap saling menghormati walau beda profesi sekalipun. Jadi, yang pasti, hari ini dan ke depan – pemuda mampu mengemban dan mengawal tugas negara menuju Indonesia yang lebih baik.” tegas Suripto.
Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro SE,MM ketua DPP Pernusa menegaskan, ormas ini sudah ada di 34 Propinsi. 
Dalam memahami Pancasila kita tengok jaman Pemerintahan Presiden Soeharto penataran P4 digalakkan untuk pemahaman 36 butir, tentunya lebih jauh lagi  sebelum bangsa ini Merdeka tata nilai Pancasila itu sudah ada biar jaman jaman kerajaan Majapahit jaman Kerajaan  Sriwijaya tata nilai ini di kristalisasi oleh para pendiri Republik ini.
“Sila pertama, Ketuhanan yang Mahaesa – nenek moyang kita dulu itu sudah percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, 5 agama lain. Belum banyak yang masuk kemanusiaan yang adil dan beradab.    Indonesia itu sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Baru ada sila ke-3 yang ada di persatuan Indonesia.” Ujar Norman.
Sumpah Pemuda harus diimplementasikan,  lima sila dalam Pancasila ini diaplikasikan dengan P4 yang 36 butir, PMP juga dihidupkan agar pengamalan Pancasila dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari sebagai dasar berbangsa dan bernegara.
“Uniknya kepenguruaan pernusa 80% wanita semua,  karena setelah kita lihat wanita lebih militan , karena menurut Norman tidak ada bapak Pertiwi yang ada Ibu Pertiwi.”  Imbuh Norman. (Any SH)

Comment

Rekomendasi Berita