Dr Imam Shamsi Ali, Lc: Hakikat dan Makna Kesuksesan itu adalah Pilih Jalan Benar Bukan Nyaman

Motivasi140 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Presiden Nusantara Foundation dan Direktur Jamaica Muslim Center, New York, Dr. Shamsi Ali, Lc mengatakan bahwa kesuksesan sejati tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keteguhan menempuh jalan kebenaran yang kerap penuh ujian.

Demikian dikatakan Shamsi melalui rilisnya, Sabtu (11/4/2026).

Shamsi menegaskan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Ia menyebut kesuksesan tumbuh dari kesabaran menghadapi jalan terjal, dari luka yang diterima dengan lapang, serta dari keyakinan yang tetap terjaga di tengah kesulitan.

“Jalan kebenaran memang tidak selalu mudah, tetapi mengantarkan hati kepada Allah, tempat segala urusan bermuara,” ujarnya.

Menurut dia, banyak orang mengejar keberhasilan dalam pandangan manusia, tetapi melupakan bahwa setiap pencapaian memiliki harga. Tidak semua orang, kata Shamsi, berani menanggung perihnya proses menuju puncak, padahal di situlah letak kemuliaan seseorang.

Ia mengutip Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 155 yang menjelaskan bahwa manusia akan diuji dengan ketakutan, kelaparan, dan kekurangan harta maupun jiwa.

Ayat tersebut, menurut Shamsi, menegaskan bahwa kesulitan bukan tanda kegagalan, melainkan bagian dari skenario Ilahi yang mengandung hikmah.

Shamsi juga menyoroti kecenderungan manusia yang menginginkan hasil tanpa melalui proses. Ia mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam, kenikmatan sejati justru lahir dari kesabaran menjalani proses yang sulit.

Mengutip hadits Nabi Muhammad SAW riwayat Muslim, ia menjelaskan bahwa seluruh perkara seorang mukmin adalah kebaikan. Ketika mendapat nikmat ia bersyukur, dan ketika tertimpa musibah ia bersabar.

“Setiap luka bukan sia-sia, melainkan jalan menuju kematangan iman dan ketangguhan diri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Shamsi menegaskan bahwa memilih jalan kebaikan tidak berarti terbebas dari ujian. Justru, menurut dia, ujian menjadi ukuran kesungguhan seseorang dalam menjaga keimanan dan konsistensi.

Ia juga mengutip Surat Al-Insyirah ayat 5–6 yang menyatakan bahwa bersama kesulitan terdapat kemudahan. Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa pertolongan Allah hadir bersamaan dengan ujian, meski sering tidak disadari manusia.

Shamsi mengingatkan agar tidak iri terhadap orang yang tampak menjalani hidup dengan mudah. Ia menilai, kemudahan tersebut bisa jadi hanya bersifat sementara dan menipu.

Shamsi menekankan bahwa hidup bukan soal kecepatan mencapai tujuan, melainkan bagaimana proses itu dijalani. Ia mengajak umat untuk memilih jalan yang diridhai Allah meski penuh tantangan, dibanding jalan yang nyaman namun menjauhkan dari-Nya.

“Jika hari ini terasa berat, bisa jadi itu tanda Allah sedang menggiring kita menuju kesuksesan sejati,” kata dia.[]

Comment