Dr Imam Shamsi Ali, Lc, M.A, PhD: Fourth of July Jadi Momen Renungan Makna Kemerdekaan Universal

Internasional1083 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, NEW YORK — Imam Shamsi Ali, Direktur Jamaica Muslim Center di New York, memaknai peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat atau Fourth of July sebagai momentum untuk merefleksikan nilai-nilai kebebasan, baik dalam konteks kebangsaan maupun keagamaan.

Dalam keterangannya, Shamsi menilai bahwa kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan yang dirayakan dengan pesta kembang api atau acara keluarga.

“Kemerdekaan dan kebebasan adalah hak dasar setiap individu dan bangsa. Bahkan dalam pandangan Islam, Tauhid merupakan deklarasi kebebasan manusia dari segala bentuk perbudakan selain kepada Tuhan,” ungkapnya dalam refleksi tertulis, Sabtu (6/7/2025).

Ia menekankan bahwa Islam secara prinsip menjunjung tinggi kebebasan dan menolak pemaksaan. “Islam hadir membawa hidayah, bukan paksaan. Bahkan di dalam Al-Qur’an, pilihan untuk beriman atau tidak tetap diberikan kepada manusia,” jelas Shamsi.

Menurutnya, sejarah Islam di Nusantara menjadi bukti nyata penyebaran ajaran secara damai melalui jalur dakwah dan perdagangan. Begitu pula dengan perkembangan Islam di negara-negara Barat dan Asia Timur saat ini, yang dilakukan melalui pendekatan edukatif dan sosial.

Lebih jauh, Imam Shamsi juga menyinggung nilai kebebasan sebagai fondasi identitas Amerika. “Amerika dikenal sebagai tanah kebebasan (land of the free). Warga masih bebas mengkritik Presiden, membangun rumah ibadah, dan menyuarakan pendapat, termasuk komunitas Muslim,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia mengenang aksi protes besar pada 2019 saat kebijakan “Muslim Ban” diberlakukan oleh pemerintahan Donald Trump. “Demo terbesar di New York saat itu justru dipimpin oleh pemuka non-Muslim dengan slogan, ‘Today I am a Muslim too’. Sebuah solidaritas yang menggambarkan nilai kebebasan di Amerika,” kenangnya.

Namun, Shamsi juga menyoroti paradoks yang dialami Amerika. Menurutnya, Amerika kerap membela kebebasan, tetapi menutup mata terhadap penjajahan yang dialami rakyat Palestina.

“Di satu sisi Amerika menjunjung demokrasi, tapi di sisi lain justru tunduk pada kepentingan Israel. Ini bentuk penjajahan terhadap akal sehat bangsa sendiri,” tegasnya.

Ia berharap, peringatan Hari Kemerdekaan Amerika kali ini menjadi momen reflektif agar nilai-nilai kebebasan dan kemerdekaan tidak hanya menjadi slogan, tetapi berlaku untuk semua bangsa tanpa kecuali.

“Jika tidak, maka Fourth of July hanyalah selebrasi yang hambar dan tanpa makna,” pungkasnya.[]

Berita Terkait

Baca Juga

Comment