Dr. Shamsi Ali, Lc, PhD: Sikapi Zohran Mamdani Secara Rasional dan Proporsional

Internasional363 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, NEW YORK — Tokoh Muslim asal Indonesia yang kini berdomisili di Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali, mengimbau masyarakat Muslim untuk bersikap rasional dan proporsional dalam menanggapi sosok Zohran Mamdani, wali kota New York terpilih yang belakangan ramai diperbincangkan karena isu agama dan sikapnya terhadap komunitas LGBTQ.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Shamsi menegaskan bahwa Zohran bukan penganut Syiah sebagaimana dikabarkan di sejumlah media sosial.

“Saya sudah klarifikasi sejak awal. Zohran bukan Syiah. Baginya, Sunni-Syiah bukan lagi persoalan penting, melainkan bagian dari keragaman umat Islam,” ujar Shamsi, Selasa (9/11/2025) waktu setempat.

Shamsi yang dikenal dekat dengan Zohran dalam dua tahun terakhir itu juga mengungkapkan bahwa banyak isu yang berkembang tidak berdasar pada pemahaman yang menyeluruh.

“Kita ini seringkali sempit dan cenderung menjeneralisasi. Padahal Zohran memandang berbagai persoalan, termasuk LGBTQ, secara luas — dari sisi sosial, ekonomi, dan kemanusiaan,” katanya.

Menurut Shamsi, dalam sejumlah perbincangan pribadi, Zohran menunjukkan sikap empatik terhadap kelompok marginal, termasuk korban perdagangan manusia dan tunawisma. Salah satu isu yang sempat menimbulkan kontroversi adalah soal “dekriminalisasi prostitusi”.

“Saya langsung menanyakan hal itu kepadanya. Ia menjawab tegas, dekriminalisasi bukan berarti legalisasi,” ungkap Shamsi. “Zohran ingin agar para perempuan yang terjerat prostitusi karena menjadi korban perdagangan manusia tidak lagi dikriminalisasi. Mereka butuh solusi ekonomi dan sosial, bukan hukuman.”

Terkait isu LGBTQ, Shamsi menilai Zohran memiliki posisi yang jelas. “Ia tidak mendukung gaya hidup mereka. Tapi sebagai pejabat publik, dia punya tanggung jawab melindungi semua warga kota, termasuk kelompok yang berbeda pandangan dengannya,” jelasnya.

Shamsi menambahkan, Zohran kerap menyampaikan bahwa ia akan memimpin untuk semua warga New York tanpa memandang pilihan politik atau latar belakang mereka. “Saya akan menjadi wali kota bagi semua — baik yang memilih saya maupun yang tidak,” kata Zohran, dikutip Shamsi.

Lebih lanjut, Shamsi menilai Zohran adalah sosok Muslim yang memiliki rasa kemanusiaan tinggi dan keberanian moral. “Dalam isu LGBTQ, ia sejalan dengan semangat hadis Nabi SAW: Barang siapa melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya; jika tidak mampu, dengan lisannya; dan jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya. Dan itu selemah-lemah iman,” tutur Shamsi.

Ia pun mengajak umat Islam, khususnya di Indonesia, agar tidak mudah menghakimi.

“Zohran bukan ulama, dia politisi. Dia manusia biasa yang bisa benar dan bisa salah. Kita dukung yang benar, kita luruskan yang salah — dengan cara yang bijak,” pesannya.

Shamsi juga menilai kemenangan Zohran sebagai momentum positif bagi komunitas Muslim Amerika. “Kota yang selama ini dikontrol oleh kelompok pro-zionis kini dipimpin oleh seorang Muslim yang berani menentang genosida dan menolak mengakui Israel sebagai negara zionis. Ini seperti setetes air sejuk di tengah padang pasir yang gersang,” ujarnya.

Namun ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam kebiasaan mencari kekurangan sesama Muslim.

“Sayangnya, kita kadang sibuk mencari lubang kecil di tengah banyaknya kelebihan yang perlu diapresiasi. Zohran telah menjadikan kata ‘Islam’ dan ‘Muslim’ tidak lagi menakutkan di mata publik Amerika. Ini capaian besar,” katanya.

Menutup pesannya, Shamsi menyampaikan refleksi bagi bangsa Indonesia.

“Korupsi yang masih merajalela bagaikan kanker yang mematikan. Perampokan kue negara oleh segelintir orang terus memiskinkan rakyat. Demokrasi kita masih dikangkangi kepentingan,” ujarnya.

“Zohran menang di New York karena demokrasi di sana masih hidup. Tidak dikendalikan oleh oknum kekuasaan untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Semoga Indonesia bisa belajar dari itu,” pungkasnya.[]

Berita Terkait

Baca Juga

Comment