Eisha M. Rachbini: Daya Beli Mandek, Target Makro Tak Sinkron Realitas

Nasional1045 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – INDEF kembali menggelar diskusi panel bertajuk “Menata Ulang Arah Ekonomi Berkeadilan: Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026”  melalui zoom, Kamis (20/11/2025).

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut Direktur Program INDEF, Eisha M. Rachbini,  Didin S. Damanhuri, Aviliani, dan keynote speech disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.

Dalam kesempatan diskusi, Eisha memaparkan hasil riset terbaru INDEF dan menyebut bahwa kondisi ekonomi 2025 menunjukkan anomali yang meresahkan.

Direktur program Indef ini menambahkan bahwa konsumsi rumah tangga—penopang 53% PDB—delapan triwulan terakhir tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi.

“Indeks Keyakinan Konsumen yang menempel di angka 100 menunjukkan masyarakat masih pesimistis terhadap kondisi pendapatan mereka.” Ujar Eisha.

Dia melanjutkan, target pertumbuhan 2025 di APBN sebesar 5,2% tak tercapai. Hingga kuartal III, ekonomi hanya tumbuh 5,01%. Rupiah pun gagal dijaga dalam target, masih bertahan di atas Rp16.000 per dolar AS.

Di sisi kemiskinan, data juga tak menggembirakan. Target kemiskinan ekstrim 0% di 2025 justru tertahan di 0,85%. Kemiskinan umum berada di 8,47% (Maret 2025), dengan 52% penduduk miskin berada di Pulau Jawa.

Rasio gini 0,375, masih dalam target namun timpang di wilayah perkotaan.

Pengangguran memang turun ke 4,85%, namun 57% pekerja Indonesia masih berada di sektor informal.

Kapasitas fiskal daerah timpang, sementara transfer ke daerah dipangkas drastis.

“Ada daerah dengan SDA minim, kapasitas fiskal rendah, tapi tetap menerima TKD yang kecil. Mereka tidak punya ruang layanan publik yang memadai,” Imbuh Eisha.[]

Comment

Rekomendasi Berita