by

Fantastis! 18,7 Miliyar Lebih Kerugian Negara Di Kementrian PU

Ilustrasi/alfinlatif
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA
– Berdasarkan hasil investigasi CBA (Center For Budget Analysis) salah
satu proyek pembangunan jalan yang sedang dilaksanakan pemerintah
melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jalan tol Solo –
Kertasono yang digenjot semenjak pertengahan 2015 dan ditargetkan
selesai tahun 2018, menurut Jajang Nurjaman selaku Koordinator
Investigasi CBA mengungkapkan,”Indikasinya akan tetapi target 2018,
proyek tol ini selesai hanya dalam “buku perencanaan” saja,” demikian
ungkapnya pada jumat (30/12) di Jakarta.
Hal
itu, sambung Koordinator Investigasi CBA menambahkan dikarenakan, dalam
proses lelang sudah ditemukan terindikasi berpotensi kerugian negaranya. Tercatat
di tahun 2016 terdapat 3 proyek terkait pembangunan Jalan Tol
Solo-Kertosono. Proyek yang dilaksanakan oleh satuan kerja pelaksanaan
jalan bebas hambatan solo – kertosono mengeluarkan anggaran untuk 3
proyek tersebut sebesar Rp 156,446,084,000, dan angka angka anggaran
ini, dinilai terlalu besar, dan fantasis. serta proses lelangnya,  ada
indikasi tidak sehat, dimana penawaran yang Tinggi, dan mahal selalu
dimenangkan sehingga ada potensi merugikan keuangan Negara.
Jajang
Nurjaman menyebutkan, semisalnya untuk proyek pembangunan jalan tol
solo kertosono ruas colomadu-karanganyar seksi 1b, pihak Kementrian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memenangkan  PT. Modern Widya
Tehnical yang beralamat di Graha Multi Modern Jl. Cikini Raya No. 44 –
Jakarta Pusat (Kota) – DKI Jakarta, dengan mengambil penawaran yang amat
tinggi dan mahal sebesar  Rp 89,726,717,000 sehingga potensi merugikan
Negara sebesar Rp. 6,634,291,000 yang seharusnya kembali ke KAS negara.
Karena, pihak kementerian, tidak mengambil penawaran yang lebih rendah
dan murah dari PT. Armada Hada Graha dengan harga Rp. 83,092,426,000.
Kemudian,
“Selain itu kerugian negara yang tidak kalah besar lagi terdapat dalam
proyek pembangunan jalan tol solo kertosono ruas colomadu-karanganyar
seksi 1a,” tukasnya lagi.
Dimana menurut
Jajang, bahwa dalam proyek ini dimenangkan oleh PT. Istaka Karya
(Persero) beralamat di Graha Iskandarsyah Lt. 9, Jl. Iskandarsyah Raya
No. 66, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan (Kota) – DKI Jakarta. Perusahan
pemenang lelang ini menawarkan harga Rp. 60,099,677,000 untuk
mengerjakan proyek jalan tol ini. Dan harga penawaran ini, jauh lebih
tinggi dibandingkan tawaran PT. Armada Hada Graha yang hanya membutuhkan
anggaran negara sebesar Rp 48,365,518,000 untuk mengerjakan proyek
jalan tol ini, sehingga tidak tanggung-tanggung potensi kerugian negara
sebesar Rp.11,734,159,000 dari proyek tersebut. 
“Hingga
total potensi kerugian negara di tahun 2016 terkait proyek pembangunan
Jalan Tol Solo-Kertosono sebesar Rp.18,723,860,000,” jelasnya.
Maka
itulah, Koordinator Investigasi CBA menuturkan hingga pantas saja
proyek pembangunan jalan yang dilaksanakan kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat menjadi ‘Proyek abadi’.
“Karena
proses lelangnya sudah dari awal anggarannnya terindikasi bocor. Kok
KPK sudah membongkar korupsi jalan di kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat, tapi orang orangya tidak kapok kapok sih,” tukasnya
prihatin.
“Maka dari CBA (Center For Budget Analysis) akan mendorong KPK untuk
segera melakukan penyelidikan atas kasus diatas,” pungkasnya

Comment