Gabungan Militer Negeri Muslim, Solusi Bebaskan Palestina

Opini1974 Views

 

 

Penulis: Moni Mutia Liza, S.Pd | Pegiat Literasi Islam

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Mayat telah menjadi debu, potongan-potongan tubuh syuhada berserakan di jalan, tangisan, rintihan, pekikan menyatu di tanah Gaza. Berbagai pembantaian, pemerkosaan, pemutusan segala akses, pemusnahan segala bentuk makanan-minuman yang datang untuk penduduk Palestina, pembakaran dan penguburan manusia hidup-hidup dan lain sebagainya.

Namun perihnya penderitaan yang mereka rasakan tidak ditanggapi dengan tegas oleh dunia. Justru dunia menontonnya layaknya film bioskop yang sedang ditayangkan setiap episodenya. Sebagai masyarakat biasa, kita hanya bisa membantu lewat pemboikotan produk pro zionis, bantuan harta, pakaian, makanan dan tenaga medis. Tetapi semua itu tidak cukup membantu penduduk Palestina untuk terlepas dari kekejaman zionis laknatullah.

Kini mereka telah kehilangan tempat yang nyaman. Tempat untuk mereka istirahat dan mengatur nafas dengan tenang. Pasalnya semua wilayah Gaza dibombardir secara brutal dan tragis. Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun menjelaskan bahwa kondisi Gaza bagian utara sudah hancur lebur. Bahkan satu-satunya tempat pengungsian yang berbatasan dengan Mesir yaitu Raffah juga telah dimasuki oleh zionis.(nasional.kompas.com/10 Mei 2024).

Berbagai kritikan muncul kepada PBB dan Amerika. Pasalnya organisasi internasional yang menanggani perdamaian dunia justru tidak bisa berbuat apa-apa saat Palestina di bantai habis. Bahkan Amerika, Inggris, Perancis, Jerman, Ukhraina, dan belasan negara lainnya ikut serta mengirimkan militernya, makanan dan perlengkapan perang untuk membantu Zionis Israel.

Aktivis HAM pun seolah beku membatu, tidak berdaya. Demonstrasi di berbagai negara juga tidak menjadi pertimbangan bagi Zionis untuk melanjutkan misinya meratakan Gaza. Dari fakta tersebut kita memahami ternyata benar firman Allah bahwa orang-orang kafir (harbi fi’lan) sangat membenci Islam. Mereka rela bersatu, menghabiskan hartanya, tenaganya, pikirannya, waktunya untuk melenyapkan Islam, sebab Palestina adalah negeri yang diperkirakan menjadi pusatnya peradaban Islam.

Namun yang lebih mencengangkan adalah sikap pasif dan penakutnya para pemimpin negeri-negeri muslim. Mereka lebih baik menjaga hubungan kerjasama dengan Amerika-sekutunya, daripada menolong dan mengirimkan militer untuk membantu saudaranya.

Pembebasan Palestina dari penjajah Zionis sangatlah mudah. Cukup bersatunya negeri-negeri muslim dan mengirimkan militer serta seperangkat alat tempur ke Palestina, maka kaum penjajah akan keluar dengan sendirinya.

Terbukti bahwa negeri Islam memiliki jumlah militer yang banyak dan kuat. Menurut laman World Population Review, Malaysia memiliki 1.113.000 personil militer aktif, 267.200 para militer, dan 2.000.000 personil cadangan. Pakistan memiliki 654.000 personil militer aktif, 291.000 paramiliter, 550.000 personil militer cadangan.

Iran memiliki 610.000 personil militer aktif, 291.000 paramiliter, 350.000 personil militer cadangan. Mesir memiliki 438.500 personil militer aktif, 397.000 paramiliter, 479.000 cadangan militer. Indonesia memiliki 395.500 personil militer aktif, 280.000 paramiliter, 400.000 cadangan militer. Turki memiliki 355.200 personil militer aktif, 156.800 paramiliter, 378.700 cadangan militer.

Afganistan memiliki 250.000 personil militer aktif, 170.000 paramiliter, 75.000 cadangan militer. Arab Saudi memiliki 227.000 personil militer aktif, 24.500 paramiliter. Maroko memiliki 195.800 personil militer aktif, 50.000 paramiliter, 150.000 cadangan militer. Terkahir Irak memiliki 193.000 personil militer aktif, 148.000 paramiliter. (sindonews.com (23/01/2024).

Bukankah dengan penggabunggan pasukan militer negeri muslim cukup membuat militer zionis kencing dalam celana dan angkat kaki dari tanah mulia, Palestina?.

Sayangnya hal tersebut tidak terjadi. Hal ini dikarenakan ambisi penguasa negeri muslim untuk memperoleh materi dan kepentingan dirinya, keluarga dan kroninya sangat besar. Sehingga takut akan hilangnya kenikmatan jabatan, harta dan kekuasaan yang selama ini telah diraihnya.

Padahal setiap kenikmatan yang didapat nantinya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. sungguh disayangkan, penguasa negeri muslim rela menjadi buta, bisu, tuli dan lumpuh saat berhadapan dengan penjajah. Hanya Allah sebaik-baik penolong. Dan hanya kepada Allah tempat manusia kembali.[]

Comment