Gadget Pada Anak SD: Bukan Sekadar Tren Tapi Ancaman Perkembangan Sosial

Opini120 Views

 

Penulis: Najiyah Rahmadanti | Mahasiswa Dirasat Islamiyah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Zaman yang serba digital membuat gawai atau gadget bukan lagi barang mewah, bahkan bagi anak-anak sekolah dasar. Di berbagai sudut rumah dan lingkungan, pemandangan anak kecil yang lihai mengoperasikan ponsel pintar telah menjadi hal yang lumrah.

Gadget seolah hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian anak, baik untuk bermain gim, menonton YouTube, maupun mengakses berbagai aplikasi hiburan.

Namun, di balik kemudahan teknologi tersebut, tersimpan persoalan serius yang kerap luput dari perhatian orang dewasa. Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak usia sekolah dasar bukan sekadar mengikuti tren zaman, melainkan berpotensi menjadi ancaman bagi perkembangan sosial, emosional, dan kebiasaan belajar mereka.

Kedekatan anak dengan gadget secara intens dapat memengaruhi pola interaksi sosial. Anak yang terlalu sering berinteraksi dengan layar cenderung mengalami penurunan kemampuan berkomunikasi secara langsung.

Mereka menjadi kurang peka terhadap lingkungan sekitar, enggan bergaul dengan teman sebaya, dan lebih nyaman berada dalam dunia virtual yang serba instan.

Pengalaman ini saya saksikan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Adik saya yang masih duduk di bangku sekolah dasar sudah sangat mahir menggunakan gadget, baik untuk bermain gim maupun menonton video di YouTube.

Di satu sisi, kemampuan tersebut menunjukkan adaptasi cepat terhadap teknologi. Namun di sisi lain, muncul berbagai dampak yang mengkhawatirkan.

Ia menjadi mudah marah, menangis ketika gadget tidak diberikan, malas belajar, serta kurang berbaur dengan teman-temannya. Waktu bermain yang seharusnya diisi dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial justru dihabiskan dengan menatap layar ponsel.

Handphone menjadi pilihan utama dibandingkan bermain bersama teman sebaya di lingkungan sekitar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa gadget telah mengambil alih peran penting dalam proses tumbuh kembang anak. Padahal, masa sekolah dasar merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter, pengendalian emosi, serta kemampuan bersosialisasi.

Jika pada fase ini anak lebih banyak berinteraksi dengan gadget dibandingkan manusia, maka yang terancam bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga kesehatan mental dan kemampuan sosial jangka panjang.

Oleh karena itu, peran orang tua dan lingkungan menjadi sangat penting. Gadget bukan untuk dijauhkan sepenuhnya, tetapi perlu dikelola dengan bijak.

Pendampingan, pembatasan waktu penggunaan, serta pemberian alternatif aktivitas yang sehat dan edukatif harus menjadi perhatian utama. Anak-anak membutuhkan ruang untuk bermain, berinteraksi, dan belajar mengenal dunia nyata, bukan hanya dunia di balik layar.

Gadget pada anak sekolah dasar memang tak terelakkan di era digital. Namun tanpa kontrol dan kesadaran bersama, tren ini bisa berubah menjadi ancaman serius bagi generasi masa depan.[]

Comment