Gubernur DKI Pramono Perkuat Sinergi Pemprov DKI dan RSPI Sulianti Saroso Guna Perkuat Ketahanan Kesehatan

Metro35 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memperkuat sinergi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso dan Kementerian Kesehatan.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan Jakarta, khususnya dalam menghadapi penyakit infeksi serta memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di kawasan utara Jakarta yang terus berkembang.

“Kunjungan ini untuk memperkuat sinergi antara RSPI yang berada di bawah Kementerian Kesehatan dengan Pemerintah DKI Jakarta. Saya melihat salah satu masa depan Jakarta berada di kawasan utara. Ada JIS, Ancol, dan kini konektivitas keduanya semakin baik sehingga jumlah masyarakat yang datang terus meningkat. Karena itu, harus ada sistem pendukung, termasuk rumah sakit yang siap memberikan pelayanan apabila dibutuhkan,” ujar Gubernur Pramono saat mengunjungi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso di Jakarta Utara, Kamis (23/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono meninjau sejumlah fasilitas rumah sakit sekaligus membahas peluang kerja sama di bidang pelayanan, pengembangan fasilitas, pendidikan, dan riset kesehatan.

Menurutnya, pesatnya perkembangan kawasan utara Jakarta perlu diimbangi dengan layanan kesehatan yang tangguh. Keberadaan RSPI Sulianti Saroso dinilai strategis karena berada di dekat Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Pelabuhan Tanjung Priok, serta terhubung dengan jaringan transportasi publik.

RSPI Sulianti Saroso berdiri di atas lahan seluas sekitar 131.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 22.000 meter persegi. Rumah sakit tersebut merupakan pusat rujukan penyakit infeksi bagi pasien dari Jakarta maupun berbagai daerah di Indonesia.

Selain memberikan layanan diagnosis, terapi, dan rehabilitasi, RSPI Sulianti Saroso juga menjalankan fungsi pendidikan, pelatihan, penelitian, pengembangan teknologi kesehatan, serta penguatan kapasitas rumah sakit lain melalui jejaring pengampuan penyakit infeksi.

Gubernur Pramono mengatakan kapasitas tersebut perlu terus dioptimalkan melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan. Penguatan fasilitas dan jejaring pelayanan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan Jakarta menghadapi risiko kesehatan dan potensi kedaruratan akibat penyakit infeksi.

“Salah satu yang ingin diperkuat adalah ketahanan kesehatan atau health resilience. Rumah sakit dengan fasilitas sebaik ini akan semakin optimal apabila seluruh pemangku kepentingan, terutama Pemerintah DKI Jakarta, bersama-sama mendukung pengembangan dan peningkatan fasilitas yang diperlukan,” jelasnya.

Sinergi tersebut juga akan diperluas untuk memperkuat ekosistem pendidikan, penelitian, dan inovasi kesehatan. Gubernur Pramono menandaskan kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, dan perguruan tinggi penting untuk meningkatkan kualitas tenaga kesehatan sekaligus menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Harapan saya, ke depan kita dapat bekerja sama membangun ekosistem kesehatan yang lebih kuat bersama RSPI dan Kementerian Kesehatan. Rumah sakit ini juga telah menjadi rujukan bagi berbagai perguruan tinggi, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah,” urainya.

Direktur RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, dr. H. Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD, menyambut baik penguatan sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan semakin meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Hari ini kami mendapat kehormatan atas kunjungan Bapak Gubernur DKI Jakarta ke RSPI sebagai rumah sakit dengan keunggulan layanan penyakit infeksi, mulai dari diagnosis, terapi, hingga rehabilitasi. Harapan kami, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke depan semakin erat sehingga bersama-sama dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata Harli.[]

Berita Terkait

Baca Juga

Comment