KODI DKI Jakarta Wisuda 65 Kader Mubalig, Pramono Anung Dorong Alumni Berdakwah di Balai Kota

Metro54 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta mewisuda 65 mahasiswa Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXXII Tahun 2025 dan menerima 75 mahasiswa baru PKM Angkatan XXXIII Tahun 2026 dalam acara yang digelar di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Acara tersebut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ketua KODI DKI Jakarta KH Jamaluddin F. Hasyim menyampaikan apresiasi atas kehadiran gubernur yang dinilainya sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan dakwah di Ibu Kota.

“Dengan perkenan Bapak Gubernur hadir bersama kita dalam wisuda ini merupakan karunia dari Allah SWT. Kehadiran beliau menjadi bentuk perhatian kepada masyarakat yang bergerak di bidang dakwah,” kata Jamaluddin dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, PKM KODI merupakan program pendidikan mubalig yang berlangsung selama delapan bulan, mulai Maret hingga November, kemudian diakhiri ujian pada Desember sebelum peserta diwisuda.

Menurut Jamaluddin, sejak kepengurusan KODI periode 2022–2026, sebanyak 2.310 peserta telah mengikuti program PKM dan 1.682 di antaranya telah diwisuda. Sejak KODI berdiri pada 1969, jumlah alumni PKM telah mencapai ribuan orang.

Ia mengatakan, Jakarta sebagai kota global membutuhkan kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis. Karena itu, KODI berupaya menghadirkan dakwah yang memberi kemaslahatan bagi pembangunan kota.

“Jakarta adalah jendela dunia untuk melihat Indonesia. Karena itu, KODI hadir bersama seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkan Jakarta yang bertakwa, beriman, dan membawa kemaslahatan,” ujarnya.

Jamaluddin menambahkan, para alumni PKM selama ini telah diberdayakan untuk pembinaan keagamaan di rumah susun, rumah sakit, panti sosial, dan lembaga pemasyarakatan. Namun, menurut dia, pemanfaatan dai lulusan KODI di masjid-masjid milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih belum optimal.

“Masjid di lingkungan Pemprov DKI belum pernah menggunakan dai dari KODI. Mudah-mudahan setelah ini ada kebijakan yang memungkinkan alumni KODI ikut berkontribusi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jamaluddin juga mengapresiasi sejumlah program pembinaan keagamaan yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta, seperti pengajian rutin di Balai Kota, pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) hingga tingkat kelurahan, serta penyelenggaraan haul ulama Betawi di kawasan Monas.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap lulusan PKM KODI menjadi teladan dalam memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah di tengah masyarakat.

“Jakarta sebagai kota global, kota yang berkebudayaan, dan kota yang inklusif memiliki tolok ukur dengan kota-kota dunia. Saudara-saudara nantinya akan mengambil peran untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Pramono.

Ia menegaskan, dakwah Islam di Jakarta harus menghadirkan kesejukan dan mencerminkan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin. Karena itu, Pemprov DKI akan membuka ruang bagi alumni KODI untuk berdakwah di lingkungan Balai Kota.

“Saya minta Pak Asisten agar alumni KODI diberdayakan di Balai Kota. Bahkan Jumat depan saya berharap salah satu lulusan terbaik dapat mengisi khutbah atau ceramah di masjid Balai Kota,” ujarnya.

Selain itu, Pramono mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 1.000 mushaf Al-Qur’an dalam rangka menyambut lima abad Jakarta.

Sebanyak 500 mushaf akan digunakan untuk program khataman Al-Qur’an dan 500 lainnya untuk kegiatan tadarus di Balai Kota.

Menutup sambutannya, Pramono mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan mahasiswa baru PKM Angkatan XXXIII.

Ia berharap para kader mubalig mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menjaga kerukunan dan kesejukan kehidupan masyarakat Jakarta.[]

Comment