Hardikda Aceh ke-67, SMK-PP Negeri Saree Perkuat Kerja Sama Vokasi dengan Malaysia

Aceh, Daerah414 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, SAREE — Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 menjadi momentum bagi SMK-PP Negeri Saree untuk memperluas jejaring pendidikan vokasi. Sekolah menengah kejuruan pertanian itu memperkuat kerja sama dengan institusi pendidikan Malaysia, memamerkan produk unggulan, melatih calon pekerja migran, hingga menggelar bakti sosial.

Rangkaian kegiatan berlangsung pada September 2026, termasuk upacara Hardikda pada 2 September yang diikuti pegawai dan murid SMK-PP Negeri Saree.

Salah satu agenda utama ialah kunjungan 26 dosen atau pensyarah dari Kolej Vokasional Pertanian Chenor, Pahang, Malaysia. Rombongan tiba sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut dengan pertunjukan seni dan budaya Aceh.

Penyambutan diawali Tari Ranup Lampuan, kemudian dilanjutkan dengan Silat Tradisional Kalajengking dan tarian kreasi dari Tanah Gayo. Setelah itu, rombongan mengikuti ramah tamah dan dialog antarlembaga di aula sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, SMK-PP Negeri Saree dan Kolej Vokasional Pertanian Chenor menandatangani kerja sama di bidang pengembangan pendidikan vokasi pertanian.

Kepala SMK-PP Negeri Saree, Dr. Muhammad Amin, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah mengembangkan program SMK Go Global.

“Kerja sama ini merupakan langkah penting bagi SMK-PP Negeri Saree untuk membuka wawasan dan memperluas kesempatan bagi warga sekolah,” kata Muhammad Amin.

Menurut dia, pendidikan vokasi tidak cukup hanya menjawab kebutuhan lokal dan nasional. Lulusan juga perlu dipersiapkan agar memiliki daya saing di tingkat internasional.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Pertukaran pengalaman, pembelajaran bersama, peningkatan kompetensi, hingga peluang kerja bagi alumni di luar negeri menjadi sejumlah agenda yang diharapkan dapat direalisasikan.

Sebagai tindak lanjut, SMK-PP Negeri Saree berencana melakukan kunjungan balasan ke Kolej Vokasional Pertanian Chenor, Pahang, pada Desember 2026. Kunjungan itu ditujukan untuk mempelajari sistem pendidikan vokasi dan pengembangan sektor pertanian di Malaysia.

Belajar dari Lahan Praktik

Setelah kegiatan di aula, rombongan Malaysia mengunjungi sejumlah fasilitas pembelajaran dan unit praktik di SMK-PP Negeri Saree. Mereka dibagi menjadi empat kelompok sesuai bidang kompetensi keahlian.

Kelompok Agribisnis Tanaman mengunjungi Stasiun Klimatologi, lahan budidaya cabai, timun, dan kedelai edamame. Mereka juga melihat Green House Hidroponik, laboratorium, unit produksi produk turunan lemon, pembibitan tanaman, serta Laboratorium Kultur Jaringan.

Kelompok Agribisnis Ternak mengunjungi unit peternakan, antara lain kandang kambing, sapi, puyuh, bebek, dan sejumlah jenis unggas.

Sementara kelompok Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian melihat aktivitas di laboratorium pengolahan, termasuk pembuatan makanan tradisional timpan dan produksi roti.

Adapun kelompok Mekanisasi Pertanian diperkenalkan dengan berbagai peralatan dan mesin pertanian, termasuk praktik penggunaan traktor berukuran besar.

Muhammad Amin mengatakan kunjungan tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi kedua institusi.

“Kami ingin tamu dari Malaysia dapat melihat secara langsung potensi yang dimiliki sekolah kami. Sebaliknya, kami juga ingin belajar dari pengalaman mereka,” ujarnya.

Pamerkan Produk Sekolah

SMK-PP Negeri Saree juga mengikuti Expo Produk SMK yang digelar di lingkungan Kantor Gubernur Aceh.

Melalui tim Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sekolah memamerkan sejumlah produk hasil pembelajaran dan unit produksi. Di antaranya Lemon Fresh Drink, Pure Lemon, parfum, minyak atsiri, telur puyuh, sayuran segar, serta produk roti dan kue.

Produk-produk tersebut diperkenalkan kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di Aceh. Expo juga dikunjungi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh bersama sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

Muhammad Amin mengatakan expo menjadi sarana untuk menunjukkan hasil pembelajaran vokasi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

“Sekolah vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang terampil, tetapi juga harus mampu melahirkan produk dan inovasi,” katanya.

Melatih Calon Pekerja Migran

Program SMK Go Global juga diwujudkan melalui kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh.

Dalam rangkaian Hardikda, SMK-PP Negeri Saree menyelenggarakan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang diikuti 20 pemuda asal Aceh.

Pelatihan berlangsung selama 23 hari dengan materi utama keterampilan tanaman karet dan bahasa Inggris. Setelah pelatihan, peserta direncanakan mengikuti proses seleksi untuk memperoleh kesempatan bekerja di sektor perkebunan karet di Malaysia.

Muhammad Amin mengatakan bekerja di luar negeri membutuhkan persiapan, terutama keterampilan dan kemampuan beradaptasi.

“Melalui program seperti ini, kita ingin generasi muda Aceh memiliki bekal yang cukup. Mereka tidak hanya memiliki keinginan untuk bekerja di luar negeri, tetapi benar-benar dipersiapkan dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja,” katanya.

Gotong Royong di Saree

Rangkaian kegiatan Hardikda juga diisi dengan bakti sosial. Warga sekolah bergotong royong membersihkan lingkungan Masjid Jami’ Saree dan kawasan sekitar Pasar Saree.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi murid sekaligus upaya memperkuat hubungan sekolah dengan masyarakat.

Muhammad Amin mengatakan sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap pendidikan akademik dan keterampilan murid, tetapi juga perlu menanamkan kepedulian sosial.

“Kami ingin keberadaan sekolah benar-benar memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Hardikda tersebut, menurut pihak sekolah, menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan vokasi yang adaptif dan produktif. Kerja sama internasional, pengembangan produk, pelatihan calon pekerja migran, dan kegiatan sosial ditempatkan sebagai bagian dari proses pendidikan.

Muhammad Amin berharap momentum Hardikda dapat mendorong perbaikan pendidikan secara berkelanjutan.

“Kami berharap apa yang dilakukan hari ini dapat memberikan manfaat, membuka peluang baru dan menjadi langkah kecil menuju pendidikan vokasi Aceh yang semakin maju serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Informasi mengenai rangkaian kegiatan tersebut disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat SMK-PP Negeri Saree, Khatmi Ilyas.[]

Comment