![]() |
Amerika di bawah kepimpinan Trump sedang melakukan kebodohan yang tak pernah terjadi dalam sejarah Amerika. Bila internal Amerika tidak melakukan self corection maka kehancuran Amerika baik kepemimpinan ekonomi keuangan, kepemimpinan militer, kepemimpinan sosial dan kepemimpinan budaya akan terjadi dengan kecepatan yang tidak dapat diduga.
Dunia Islam dan Kristen Bersatu
Menyerahkan Yuresalem yang didalamnya ada Mesjid Al-Aqsha dan Gereja Suci Christ kepada Yahudi Israel akan menyebabkan dunia islam dan Kristen bersatu melawannya.
Mesjid Al Aqsha adalah kiblat pertama umat islam dan Gereja Suci Christ adalah tempat Yesus di Salib. Kedua agama tersebut tidak akan rela membiarkan Israel menguasainya.
Pengepungan Massa di Seluruh Kedutaan Amerika menciptakan ketakutan WN Amerika di seluruh Dunia Muslim
Dunia Islam biasanya akan bereaksi secara global dan secara tiba-tiba massa dalam jumlah besar datang mengepung kedutaan Amerika diseluruh dunia muslim. Diprediksi Jumat 8/12 akan menjadi Jumat paling heroik dalam bersejarah.
Bayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Keamanan warga Amerika baik turis maupun pengusahanya menjadi terganggu.
Para diplomat yang bekerja ketakutan. Takut peristiwa seperti di Iran dan Pakistan terulang di era 79an. Dimana massa yang tidak senang memaksa masuk kedalam kedutaan dan akan mengakibatkan korban di kedua belah pihak. Semua rugi karena ulah politik Trump tersebut.
Boikot Produk Amerika simbol kebencian terhadap industri dan ekonomi Amerika.
Boikot produk Amerika mungkin dilakukan oleh Negara yang mayoritas muslim dan Kristen. Apabila boikot tersebut masif maka Pertumbuhan ekonomi Amerika lebih lambat pulihnya karena sektor perdagangan dan industri Amerika terganggu sebagai dampak boikot tersebut. Sisi ekspor dan Impor Amerika akan turun dan akhirnya Industri tidak dapat berjalan dan Pengangguran warga Amerika akan terjadi besar. Resesi ekonomi Amerika akan semakin dalam dan ini semua karena ulah presidennya.
Investasi Minyak dan Mineral Amerika akan disuspend dan dibatalkan.
Tidak aneh lagi, bila Amerika banyak berinvestasi di sektor perminyakan dan pertambangan. Investasi minyak terbesar Amerika adalah di Arab Saudi (Aramco) dan investasi pertambangan terbesar di Indonesia (freeport). Bila massa besar di dunia Islam dan Kristen tersebut menekan pemerintah lokal keduanya maka bisa saja pemerintahan keduanya akan memenuhi tuntutan untuk melakukan suspend dan pembatalan sepihak terhadap seluruh kerjasama ekonomi dengan Amerika daripada harus menanggung beban politik yang besar dari rakyatnya.
Bila hal tersebut terjadi maka, korporasi Amerika terpuruk dan berdampak langsung terhadap perekonomian domestik Amerika sendiri.
PBB akan terbelah dan terjadi distrust dikalangan anggotanya
Keputusan Trump dinilai sebagai tindakan dan pengajuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.
Tentunya saja Amerika selaku pemegang hak veto dapat menggagalkan setiap resolusi yang tidak disukainya. Ketika negara-negara muslim berupaya membawa permasalahan Yuresalem ke dalam PBB dalam bingkai damai dan konstitusional maka Amerika akan menentangnya sehingga terjadi kebuntuan di sidang PBB.
Negara muslim menjadi hopeless terhadap mekanisme PBB tersebut dan bisa saja tidak ada lagi organisasi dunia yang dipercaya dapat menciptakan perdamaian dunia. Perang dunia menjadi tinggi probabilitanya manakala organisasi dunia PBB mandul.
Semua yang disebutkan tersebut adalah kemungkinan yang sangat mungkin terjadi karena isu Yuresalem itu sudah menyentuh sisi spiritualitas yang dalam bagi kalangan Muslim dan Kristen.
Trump pasti sudah diinformasikan efeknya dan Trump sudah memilih. Pilihannya adalah kebodohan dan dampaknya merugikan semua khususnya kepentingan Amerika sendiri. Inilah Stupidity of Trump![Nicholas]










Comment