![]() |
| Prof DR Dailami Firdaus[Widhy/radarindonesianewscom] |
“Saya sangat menyayangkan sekaligus menyesalkan terkait pernyataan Trump yang telah memperkuat pengakuan atas pendudukan dan pemukiman illegal Israel di Jerusalem,” ucap Prof Dailami Firdaus, Senator DPD RI dari Provinsi DKI Jakarta.
Lebih jauh Prof Dailami mengingatkan bahwa 70 tahun lalu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan Jerusalem sebagai wilayah dalam pengawasan dunia internasional. Kemudian setelah Perang tahun 1948, Jerusalem dibagi menjadi wilayah Barat yang dikuasai Israel dan wilayah Timur dibawah kendali Yordania. Kemudian pada Perang tahun 1967, walaupun Israel menguasai wilayah Timur, namun tindakan itu tidak pernah diakui oleh dunia internasional.
“Dalam Resolusi 2334 (2016) Dewan Keamanan PBB tanggal 23 Desember 2016 menyatakan pembangunan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki semenjak tahun 1967, termasuk Jerusalem Timur, tidak memiliki kekuatan hukum dan melanggar hukum internasional,” paparnya.
Menurut Senator yang akrab dengan kalangan media tersebut, sangat tidak mengerti dengan kebijakan issue Palestina Presiden Trump ini dan menyerukan berbagai pihak untuk terus memberikan masukan dan desakan kepada komunitas politik dan pemerintahan Amerika Serikat, agar rencana pengakuan tersebut ditarik kembali dan dibatalkan.
“Sebab, pernyataan pengakuan PresidenTrump akan memberikan persepsi negatif bahwa perjanjian damai Israel-Palestina selama ini, memang bersifat semu dan hanya menguntungkan Israel,” tegas Prof Dailami
Oleh karenanya, ia berharap dapat menyatukan pandangannya itu dengan sesama anggota parlemen dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). Prof Dailamijuga meminta agar para pemimpin pemerintahan yang peduli dengan issue Palestina ini dapat mengadakan pertemuan secepatnya guna merespon perkembangan yang terjadi sebagai dampak pernyatanPresiden Trump.
“Saat ini baik Presiden Joko Widodo, Recep Tayyip Erdogan (Turki) maupun PM Najib Razak (Malaysia), sudah menyatakan keprihatinan mereka. Jadi, sebaiknya segera bertemu dan mengambil tindakan yang diperlukan,” katanya.[Widhy]










Comment