by

Irohima: Mencari Harapan Di Antara Klaim 

-Opini-17 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Penyebaran virus corona yang semakin meningkat begitu cepat dan makin banyaknya korban yang jatuh, membuat hampir seluruh negara di dunia ini berpacu untuk menemukan antivirus. Iran, Tiongkok dan Amerika Serikat telah melakukan penelitian vaksin antivirus.

Tiongkok bahkan dikabarkan telah menemukan obat Remdesivir yang berdampak sangat efektif ketika diuji ke Covid 19 di laboratorium.

Seakan tak ingin tinggal diam,Indonesia pun turut meramaikan pacuan pencarian obat penangkal corona. Tidak sedikit orang atau pihak tertentu yang mengeluarkan pernyataan terkait obat atau herbal yang bisa menyembuhkan virus corona.

Mulai dari “kalung kayu putih” versi Kementan, uap arak rebus minuman beralkohol tradisional Bali, versi gubernur Bali I Wayan Koster, hingga jamu empon empon anti corona.

Dan yang terbaru yaitu Hadi Pranoto, seseorang yang memperkenalkan diri sebagai profesor sekaligus Kepala Team Riset Formula Antibodi Covid 19 mengklaim bahwa cairan antibodi yang ditemukannya bisa menyembuhkan pasien covid 19. Hadi juga mengklaim telah mendistribusikan cairan antibodi covid 19 di pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan.

Dia bahkan menyebut telah memberikan cairan antibodi tersebut kepada ribuan pasien di Wisma Atlet, dengan lama penyembuhan 2 – 3 hari. Pengakuan Hadi Pranoto terekam dalam wawancara di kanal Youtube milik musisi Anji pada 31 Juli 2020.

Banyak pihak yang mempertanyakan kebenaran klaim Hadi Pranoto. Satgas Covid 19 ,ahli biologi molekular independen, Ahmad Utomo dan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia bahkan mengecam klaim Hadi. IDI menegaskan bahwa klaim Hadi Pranoto sangat membahayakan.

Wakil Ketua Umum PB IDI, dr.Slamet Budiarto menepis klaim Hadi, obat yang diklaim Hadi pun tidak jelas uji klinisnya, bahkan pengujiannya tidak tertulis atau terekam. Slamet juga menyebut nama Hadi Pranoto tidak ada dalam database IDI.

Ahli biologi molekular independen, Ahmad Utomo mengatakan salah satu masalah mendasar di Indonesia terkait obat atau pengobatan sebuah penyakit adalah klaim.

Di tengah ketidakpastian kapan wabah ini berakhir, dan ditengah masyarakat yang mempunyai ekspektasi penyembuhan yang besar, berbagai klaim yang bermunculan mampu menyita perhatian sebagian besar masyarakat awam.

Padahal obat tidak bisa sembarang diklaim karena harus melalui uji klinis terlebih dahulu. Oleh karena itu masyarakat harus teredukasi mengenai orang orang yang mengeluarkan klaim.

Seperti diketahui, sampai saat ini belum ada satu obat atau ramuan apapun yang dinyatakan secara resmi sebagai obat definitif terhadap virus corona. Sejumlah negara tengah melakukan riset terhadap vaksin anti covid 19 termasuk Indonesia.

Namun sayang sejumlah rumor dan informasi salah di media sosial terlanjur tersebar luas di masyarakat. Keadaan ini diperparah ketika sejumlah influencer dan pakar gadungan ikut mendorong penyembuhan dengan cara mereka sendiri.

Meski klarifikasi dari para ahli kesehatan telah banyak dipublikasikan namun klarifikasi itu tak menghentikan mereka mempromosikannya.

Situasi tak menentu ini sudah dapat diprediksi karena sejak awal kita memang telah gagap akan pandemi. Dimulai dari respon yang lambat, penyampaian informasi berbasis ilmu pengetahuan yang kurang,penanganan yang kurang maksimal hingga new normal yang dipaksakan sangat memberi kesan bahwa pemerintah memang meremehkan virus.

Tak heran bila banyak orang atau pihak tertentu yang saling mengklaim demi mendapat keuntungan ditengah kondisi masyarakat yang mencari pengharapan.

Untuk diketahui, berbagai klaim obat atau ramuan herbal yang diyakini bisa menyembuhkan virus covid 19 berimbas pada naiknya harga bahan bahan obat dan ramuan herbal. Kurangnya informasi pun membuat banyak orang mulai mengabaikan protokol kesehatan.

Fenomena berkembangnya pandangan meremehkan bahaya virus dan beragamnya klaim penemuan obat anti corona, menggambarkan bahwa pemerintah tidak mampu meyakinkan publik terhadap bahaya virus.

Masyarakat juga tidak bisa mengandalkan pemerintah untuk menemukan obat anti virus covid 19. Kondisi ini dipicu karena sejak wabah ini mulai masuk ke Indonesia, pemerintah dinilai lambat dalam mengambil langkah konkret dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus covid 19.

Setelah itu pemerintah juga dinilai lambat menutup bisnis dan sekolah serta membatasi perjalanan, tetapi cepat untuk mengangkat pembatasan bahkan ketika kasus terus mengalami peningkatan.

Kebijakan yang terus berubah pun membuat kepercayaan publik semakin menurun.

Pada bulan Mei misalnya, rakyat dihimbau untuk hidup berdampingan dengan virus. Namun sebulan kemudian saat kurva penyebaran covid tak kunjung melandai, para menteri kabinet diancam akan dipecat karena dinilai tidak berbuat banyak untuk mengendalikan pandemi. Dan bulan ini masyarakat diminta untuk menjalankan disiplin yang lebih baik dalam menjaga jarak sosial, memakai masker, dan mencuci tangan.

Kondisi bangsa ini makin lama makin memprihatinkan, ketidakjelasan informasi membuat rakyat semakin tak mengerti akan bahaya pandemi, tak optimalnya penanganan membuat rakyat semakin mengabaikan protokol kesehatan, dan abainya penguasa negeri membuat rakyat bertarung sendiri. Butuh solusi yang nyata untuk mengatasi wabah dan Islam adalah satu satunya solusi nyata yang bisa membawa manusia keluar dari marabahaya.

Berbagai kebijakan dalam Islam yang berasal dari aturan Ilahi terbukti mampu menangani berbagai persoalan termasuk pandemi. Dalam Islam, wabah yang muncul akan ditangani dengan cepat. Kebijakan lockdown akan segera diterapkan guna memutus mata rantai penyebaran virus. Negara dalam Islam akan menutup semua akses yang bisa menjadi peluang virus masuk dan menyebar.

Disiplin pun akan ditegakkan. Penanganan pasien akan dilakukan secara maksimal dengan didukung fasilitas kesehatan berupa sarana dan prasarana serta obat obatan yang diberikan secara percuma. Negara juga akan mencukupi kebutuhan hidup rakyat selama pandemi.

Ditengah berbagai solusi yang telah terbukti gagal, solusi Islam menjadi satu satunya pilihan yang harus kita ambil mengingat sebagai muslim, menjadikan hukum Allah Swt sebagai satu satunya pedoman dan aturan hidup adalah sebuah kewajiban yang harus ditunaikan. Wallahualam Bis shawab.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × two =

Rekomendasi Berita