Oleh: Yolanda Anjani, Aktivis
__________
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Akhir minggu ini Israel kembali melucutkan serangan ke Gaza. Dilansir Channel News Asia, Senin (8/8/2022), Israel menggempur target Palestina sepanjang akhir pekan, memicu serangan roket terhadap kota-kotanya, yang sebagi besar berkurang pada saat gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 11.30 malam.
“Para pejabat Gaza mengatakan 44 warga Palestina, hampir setengah dari mereka warga sipil dan termasuk anak-anak, sejauh ini telah tewas.” (Liputan6.com, 8/8/22)
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 44 orang, 15 diantaranya anak-anak, tewas dalam aksi kekerasan selama 56 jam, yang dimulai ketika serangan udara Israel. Dari laporan pejabat setempat, ratusan orang terluka dan beberapa rumah hancur di Jalur Gaza. (detik.com, 9/8/22)
Tak henti-hentinya, Israel melakukan serangan terhadap Palestina. Gencatan senjata yang dimediasi Mesir mulai berlaku sejak (7/8) tengah malam, mengakhiri kekerasan terbaru antara Israel dan militant Jihad Islam di Jalur Gaza.
Setengah abad lebih Palestina dalam cengkeraman Israel yang merupakan Negara bengis sang pencaplok wilayah negeri dengan rakus. Namun tetap saja, dunia hanya bungkam, mengecam, bahkan menawarkan two-state solution kepada Palestina.
Dilansir Associated Press, Rabu (10/8/22), Wennesland menyerukan kepada para pemimpin Israel dan Palestina, juga komunitas Internasional, untuk memperkuat upaya-upaya diplomatik kembali ke negoisasi yang berarti menuju solusi dua negara yang layak.
Normalisasi hubungan dengan Israel akan sama seperti mengakui entitas Yahudi sebagai sebuah negara. Jika Israel diakui sebagai sebuah negara oleh dunia internasional, maka ketika Israel melakukan pengeboman atau melakukan pembangunan pemukiman di wilayah Palestina, hal ini akan menjadi sah dengan alasan menjaga keamanan Israel.
Melihat penjajahan yang masih tejadi, bentuk kepedulian dari masyarakat juga tidak terlalu tersorot. Selain ketidaksadaran kaum muslimin, adanya pembatasan berita mengenai kebrutalan Israel.
Media sosial akan turut memblokir postingan yang mengabarkan kondisi Palestina terhadap serangan Zionis. Hal ini memberikan dampak kurangnya kepedulian kaum muslimin dengan kondisi Palestina.
Sudah sepantasnya kita, sebagai umat muslim memiliki kesadaran bahwa kemuliaan dan kehormatan Islam dan kaum muslim hanya akan terwujud dalam ikatan akidah Islam serta penyatuan negeri-negeri muslim dalam naungan Daulah Islam.
Palestina tercatat dua kali diperjuangkan oleh kaum muslim dalam sejarah. Pertama oleh Khalifah Umar bin Khaththab. Kedua oleh Shalahuddin Al-Ayubi. Dimana kedua pemimpin ini memiliki kepemimpinan yang tegas, merupakan pemimpin yang taat Allah dan Rasul-Nya, dan pemimpin yang menerapkan hukum islam dalam bingkai pemerintahannya.
Islam adalah rahmatan lil’alamin. Islam datang untuk melindungi jiwa, maka tentu saja Islam tidak membenarkan perbuatan-perbuatan yang bertujuan untuk merenggut jiwa orang lain tanpa alasan. Wallahu’alam bishawab.[]














Comment