by

Jokes “Orang Miskin Dilarang Sakit” Terbantahkan Dengan Hadirnya JKN-KIS

-Daerah-37 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – Hadirnya program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Indonesia, merupakan wujud nyata perlindungan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat.

Program ini secara nyata telah memberikan manfaat kepada jutaan peserta yang berobat ke fasilitas kesehatan (Faskes). Tentunya, angka pemanfaatan ini bukanlah angka yang kecil. Masyarakat telah mulai menyadari akan pentingnya jaminan kesehatan bagi kehidupannya dan keluarga.

Pemanfaatan JKN-KIS semakin hari semakin meningkat, termasuk pemanfaatan bagi peserta yang memiliki riwayat penyakit katastropik. Untuk itulah program JKN-KIS ini lahir dengan semangat gotong royong.

Semangat gotong royong ini telah tertular ke perempuan yang bernama Lusia Sinaga (28 tahun). Ia merupakan salah satu pegawai di salah satu Badan Hukum Publik yaitu BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, kelahiran program JKN-KIS dilandasi dengan cita-cita yang mulia, yaitu terwujudnya jaminan kesehatan yang bersifat sosial, perlindungan lengkap, dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ia berpendapat, dengan kelahiran program JKN-KIS ini, asuransi kesehatan tidak hanya sebuah ilusi semata khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

“Kelahiran JKN-KIS memberikan harapan dan semangat baru bagi seluruh lapisan masyarakat. Saya ingat sekali, sebelum adanya program JKN-KIS, berobat adalah hal yang sangat ditakuti khususnya ketika bill pembayaran sudah terbit. Belum lagi, saat itu pemilik asuransi kesehatan adalah mereka yang berasal dari golongan ekonomi kuat. Sampai ada jokes yang bilang orang miskin dilarang sakit. Tapi sejak JKN-KIS lahir, jokes ini terpatahkan. Sekarang, siapapun bisa berobat dengan tenang,” tuturnya mengawali bincang-bincang.

Lusia juga menyampaikan, semangat gotong royong yang dibangun dalam era JKN-KIS ini jangan sampai surut. Dengan jumlah pemanfaat yang tinggi dan perlindungan yang menyeluruh, maka semangat gotong royong harus terus dibangun.

Ia menambahkan, semangat gotong royong pada dirinya tidak pernah surut, meskipun sampai dengan saat ini ia mengaku belum pernah mengakses fasilitas kesehatan dengan manfaat JKN-KIS. Ia juga menyampaikan, dirinya ikhlas saat sebagian kecil dari pendapatannya dipotong otomatis oleh perusahaan untuk iuran JKN-KIS.

“Iuran saya kan 5% dari gaji, 4% nya ditanggung perusahaan, 1% nya dipotong dari gaji saya. Jadi sangat ikhlas jika sebagian pendapat saya dipotong. Toh juga untuk perlindungan saya dan keluarga. Kalau masalah pernah dipakai atau belum, itung-itung ladang pahala bagi saya. Puji Tuhan saya masih diberikan kesehatan. Iuran yang saya bayarkan dengan ihklas telah memberi manfaat bagi sesama, khususnya yang membutuhkan,” kata Lusia.

Di akhir perbincangan, ia berharap agar semua pihak khususnya pekerja formal yang menerima upah/gaji setiap bulannya agar terus mendukung dan ihklas saat sebagian gaji dipotong untuk iuran JKN-KIS. Ia menegaskan, iuran tersebut telah memberikan perlindungan bagi diri dan keluarga di kala sakit dan menjadi berkat untuk sesama.

“Untuk menjadi berkat bagi orang lain tidak sulit kok. Cukup bayar iuran secara rutin dan tepat waktu. Selain memberikan perlindungan bagi diri dan keluarga, kita juga sudah menolong sesama kita yang membutuhkan,” harap Lusia sambil menutup perbincangan.

Reporter : Albert

Comment

Rekomendasi Berita