Jurnalis Senior Al Jazeera Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza

Internasional831 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, GAZA – Jurnalis senior Al Jazeera, Anas al-Sharif, tewas bersama tiga rekannya dalam serangan udara Israel yang menghantam tenda jurnalis di luar gerbang utama Rumah Sakit al-Shifa, Kota Gaza, Ahad (10/8).

Al-Sharif dikenal luas atas liputannya mengenai pembebasan sandera dan momen ikonik ketika ia melepas rompi antipeluru usai gencatan senjata antara Hamas dan Israel pada Januari lalu. Sejak awal perang di Gaza, ia kerap melaporkan kondisi di lapangan, termasuk krisis pangan dan kelaparan.

Dalam pernyataan resminya, Al Jazeera Arabic menyebut selain al-Sharif, korban lainnya adalah jurnalis Mohammed Qreiqeh, serta juru kamera Ibrahim Zaher dan Mohammed Noufal.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membenarkan serangan tersebut. Mereka mengklaim al-Sharif adalah kepala sel Hamas yang terlibat dalam pengaturan serangan roket terhadap warga Israel dan pasukan IDF.

Pernyataan ini berbanding terbalik dengan rekam jejak al-Sharif sebagai jurnalis. Pada Juli lalu, kepada Committee to Protect Journalists, ia sempat mengatakan hidup dengan “perasaan bahwa saya bisa dibom dan gugur kapan saja.”

Beberapa menit sebelum kematiannya, melalui akun X, al-Sharif sempat menulis: “Breaking: Penembakan intens dan terfokus oleh Israel menggunakan ‘sabuk api’ menghantam wilayah timur dan selatan Kota Gaza.”

Jurnalis Al Jazeera di Gaza, Hani Mahmoud, mengaku mendengar ledakan besar dari lokasi tak jauh dari rumah sakit. “Serangan ini terjadi hanya sepekan setelah pejabat militer Israel secara terbuka menuduh Anas dan menggelar kampanye hasutan terhadap Al Jazeera serta koresponden lapangan,” ujarnya.

Serangan tersebut menambah panjang daftar jurnalis yang menjadi korban dalam konflik berkepanjangan di Gaza.[]

Berita Terkait

Baca Juga

Comment