by

Kalau Tak Dilatih Bela Negara, Fahri: Masa FPI Dilatih Bela Ahok

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI,
Fahri Hamzah menilai, bahwa latihan Bela Negara yang diberikan TNI
kepada anggota FPI adalah upaya baik. Namun, dia menyayangkan keputusan
Pangdam III Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra, mencopot
Dandim Lebak, Banten Letkol Czi Ubaidillah. 
Menurutnya, pencopotan dilakukan karena Ubaidillah menggelar latihan
Bela Negara untuk Front Pembela Islam (FPI) pada 5 hingga 6 Januari 2017
tanpa ada koordinasi. “Saya menduga ada alasan lain di balik pencopotan tersebut,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Dikatakan, apapun bentuknya, jika TNI ada permintaan di masyarakat
ingin dilatih, keterampilan bela negara, ya termasuk dilatih seperti
itu, harus dipenuhi. “Kan gagah kalau FPI mencium merah putih. Pemikiran kita jangan dikotomis, kan itu merusak konsepsi negara kesatuan juga,” kata Fahri Hamzah di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/1/2017).
Menurutnya,materi-materi yang disajikan dalam program Bela Negara
dinilai cukup baik bagi semua warga negara, termasuk FPI. Salah satu
materinya, yakni Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (P4).
Fahri pun mendukung organisasi masyarakat seperti FPI mendapatkan
pelatihan tersebut.
Kalau enggak dilatih bela negara, bela siapa dong, masa FPI
dilatih bela Ahok, misalnya. Kan sebetulnya sekarang ini ada kepentingan
bagi kita untuk memiliki pedoman-pedoman standar di dalam kesadaran
bela negara. Kalau dulu itu ada PMP, kemudian penataran P4, sekarang tuh
ada juga kurikulum pelajaran kewarganegaraan ya,
” katanya.
Sebagaimana diketahui, Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam)
III/Siliwangi Letkol Arh M Desi Ariyanto mengatakan latihan ini
seharusnya sudah memperoleh persetujuan secara hirarkis. Dandim Letkol
Czi Ubaidillah lebih dahulu melapor kepada Danrem dan selanjutnya kepada
Pangdam.
“Ada pun ditemukan kesalahan prosedur yakni Dandim tidak melapor
terlebih dahulu baik kepada Danrem maupun Pangdam III/Siliwangi sebelum
menyelenggarakan kegiatan Bela Negara,
” kata Desi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/1/2017).
Buntut dari pelatihan bela negara oleh TNI kepada FPI itu, Pangdam
III Siliwangi Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra memberi sanksi keras
terhadap Letkol Czi Ubaidillah. “Pangdam memutuskan memberikan
sanksi kepada Dandim Lebak yaitu dicopot dari jabatannya dan segera
digantikan oleh pejabat yang baru,
” ungkapnya.
Desi juga menegaskan jika latihan yang dilakukan TNI bersama anggota
FPI bukan kegiatan militer. Informasi yang dihimpun, latihan TNI kepada
anggota FPI diikuti lebih dari 100 orang. Latihan dilakukan di salah
satu pesantren di Lebak. Pada Senin (9/1/2017) Pangdam III Siliwangi
telah melakukan serahterima jabatan dari Letkol Czi Ubaidillah kepada
pimpinan yang baru di Lebak, Banten, Jawa Barat.[TB]

Comment

Rekomendasi Berita