by

Karman: Dirut Telkom Bahayakan Kerukunan Antar Agama Di Tengah Masyarakat Yang Plural

Karman BM, Dirut Almentra Institut.[Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Karman BM, Dirut Almentra Institut meyatakan,  PT Telkom sebagai perusahaan milik negara seharusnya tidak digunakan untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu saja. 

Menurutnya akan menjadi persoalan besar ketika milyaran rupiah dana Corporate Social Responsibilty (CSR) yang digelontorkan PT. Telkom kepada masyarakat justru menjadi pemecah belah di tengah masyarakat Indonesia yang plural.

Karman menambahkan, kebijakan CSR Telkom yang diskriminatif di bawah kepemimpinan direktur utama (Dirut) Alex J Sinaga yang banyak disorot oleh berbagai kalangan seperti kejadian terakhir di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menggelontorkan dana sebesar 3,5 Milyar.”CSR diberikan pada golongan tertentu saja dapat menganggu harmonisasi dan kerukunan antar umat beragama yang sudah mulai membaik setelah alami turbolensi cukup serius tahun 2017 lalu,” papar Karman.

Karman menilai kebijakan dirut Telkom ini sangat jauh dari slogan “Revolusi Mental” yang saat ini sedang giat-giatnya digalakkan oleh pemerintah, tidak sesuai dengan Nawa Cita Presiden Jokowi dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang mengedepankan toleransi, keberagaman, kebhinekaan. 

Selanjutnya, dari berbagai kebijakan dirut Telkom ini maka sebaiknya pemerintah cq KemenBUMN agar meninjau ulang posisi Alex Sinaga di PT. Telkom.

“Karena telah menimbulkan disharmonisasi bangsa dan persatuan nasional. Agar tidak menimbulkan kegaduhan lebih besar yang dapat mempengaruhi kinerja PT Telkom,” ungkap Karman.

“Sebaiknya dirut Telkom segera di ‘retool’,” tukas mantan Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII).

Seperti diketahui, PT Telkom adalah BUMN yang sangat sehat secara corporate dan masuk dalam jajaran 500 perusahaan besar di dunia, tentu saja keberadaannya sangat strategis di tengah ‘booming’ teknologi informasi. 
Telkom harus segera diselamatkan dari kepemimpinan desktruktif hingga kembali di percaya oleh rakyat dan pasar, soalnya penurunan nilai saham Telkom hingga hari ini jangan sampai terus terjadi,’ ulasnya.

“Kegaduhan ini harus segera dihentikan. Kami sangat menyayangkan justru pemicu kegaduhan justru muncul dari dirut Telkom sendiri,” terangnya.

“Pemerintah harus menyelesaikannya segera mungkin untuk memyelamatkan aset negara yang sangat strategis ini. Dari hasil kajian kami, tak ada jalan lain, dirut Telkom harus segera diberhentikan dari posisinya,” tandasnya.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × one =

Rekomendasi Berita